untuk Informasi dan Konsultasi

Untuk mengajukan pertanyaan atau bagaimana cara konsultasi,

silahkan kirimkan email  ke : iswarin@yahoo.com atau bisa hubungi lewat telp 081372649999.

terima kasih.

Posted in Berita | Leave a comment

Cara Cerdas Berbisnis Retail

Cara Cerdas Berbisnis Retail

abstraksi:
Usaha kecil mikro biasanya usaha yang muncul dan tumbuh secara otodidak oleh pemilik usahanya. Pengusahanya tidak jarang fokus mulai dari memproduksi,
menjual dan mengendalikan manajemen dengan sederhana.
Namun, usaha kecil mikro ini potensial menjadi besar asalkan dikembangkan dengan manajemen bisnis yang moderen.Banyak sudah contoh terbukti, di Batam ada Takadeli Cake, Nayadam,  atau Kek Pisang Villa. Kunci dari keberhasilan pengembangan bisnisnya adalah, mengubah manajemen bisnis secara moderen.
Nah, strategi ini sayangnya belum banyak dipahami oleh pelaku usaha Mikro Kecil, dan tidak tahu bagaimana manajemen bisnis tersebut bisa dimiliki dan diaplikasikan untuk usahanya.
Solusinya, kami menyusun desain Seminar yang khusus untuk Usaha Mikro Kecil, yakni Cara Cerdas Berbisnis Retail
Manfaat:
Peserta Seminar akan mendapatkan manfaat dari materi berupa:
· Memilih lokasi yang terbaik untuk bisnis anda dengan memberikan metode survey yang biasa di gunakan oleh peritel skala International
· Strategi mengevaluasi produk mampu bersaing di pasaran
· Strategi menjaring pembeli tidak hanya tertarik pada produk utama
· Strategi menetapkan harga jual yang bersaing dan profitable
· Promosi yang tepat sesuai produk dan segmen pasar
· Cara Cerdas (tapi hemat) untuk Launching usaha, dengan membuat Grand Opening yang menarik
· Mengetahui strategi Marketing untuk meningkat omset yang paling realistis.

Posted in Berita | Leave a comment

CARA BARU KELOLA RITEL

Fungsi QR Code untuk mengindentifikasi sebuah benda atau pesan yang di muat pada Code tersebut, Namun QR Code dapat di Tempatkan di Poster pinggir jalan, sehingga sambil lewat, orang bisa memindainya.
QR CODE, CARA BARU KELOLA RITEL
Sebuah pernyataan menarik disampaikan dalam reportase Kevin Coupe dari Food Marketing  (FM) : Bahwa Supermarket peritel perlu segera berfikir untuk mengubah relasi mereka dengan para konsumenya. Laporan Coupe itu tak lepas dari sebuah diskusi beberapa hari lalu mengenai pengelolaan ritel.
Dalam diskusi tersebut John Rand  direktur Kantar Retail America menyatakan bahwa peritel harus mampu menyediakan informasi yang sama antara barang yang di pajang di rak dengan yang tersedia di internet.
Dengan kata lain peritel harus melakukan inovasi dalam melayani konsumen, termasuk bagaimana memberikan berbagai informasi yang dapat di akses oleh konsumen, dalam konteks ini , para peritel rasanya tak perlu berfikir keras karena sekarang sudah ada tehnologi yang di jadikan solusi , yakni (QR) Quick response Code.
QR Code adalah sejenis kode matriks atau kode Batang dua dimensiyang di kembangkan oleh Denso Wove sebuah divisi  Denso Corporation yang merupakan sebuah perusahaan Jepang dan di publikasikan pada tahun 1994 dengan fungsionalitas utama yaitu dapat dengan mudah di baca oleh penindai.
QR merupakan singkatan Quick Response atau respon cepat, sesuai dengan tujuannya yaitu untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respon yang cepat pula.
Berbeda dengan kode Batan  (Bar code), yang hanya menyimpan informasi horisontal, QR Code Mampu menyimpan informasi secara horisontal dan vertikaloleh karena itu secara otomatiskode QR dapat menampung informasi yg lebih banyak dari pada bar code.tak hanya itu QR Code juga mampu menyimpan semua jenis data, seperti data numeriks, data alpabetis, kanji, kana, hiragana, simbol dan kode biner.
Secara spesifik kode QR mampu menyimpan data numeric sampai dengan 7089 karakter, data alfa numeric sampai dengan 4256 karakter, kode binari sampai dengan 2844 Bite.
Selain itu kode QR memiliki tampilan yg lebih kecil daripada kode batang.
Di negeri asalnya Jepang, QR Code telah populer dalam penggunaan sehari-hari,, namun bagi kita penggunaan QR Code, memang belum massif.
Tercatat baru pertama kali di populerkan oleh harian Kompas.Hal ini di karenakan QR Code mampu menampung data termasuk URL, jadi begitu kita menindai, dengan perangkat molbile yg terhubung internet serta dilengkapi software penindai QR Code, maka secara otomatis kita akan di arahkan ke alamat website yg tersimpan dalam kode tersebut.
Bahkan belakangan ini kode QR dimanfaatkan untukmengoptimalkan strategi pemasaran sebuah brand ataupun perusahaan tertentu.
Bagi pengusaha ritel tehnologi ini tentu saja terbuka di gunakan baik sebagai sarana penyedia informasi, promosi, bahkan menjadi strategi baru dalam memasarkan produk.
Apalagi jika melihat untuk memanfaatkan kode ini tidaklah di butuhkan alat scan khusus. tetapi cukup dg sebuah Handphone yg mempunyai fungsi camera, memiliki akses internet, di tambah software khusus untuk membaca QR Code seperti Quick mark mobile barcode atau QR Readers yg dapat di unduh di http://dacode.mobi. penggunaan untuk materi marketing QR Code bisa di gunakan untuk mengarahkan pengunjung ke sebuah video tertentu, mengirimi mereka ke gambar di flickers, mendapatkan pengikut baru di twitter, aqtau mengarahkan mereka menuju sebuah halaman web yg telah di desain sedemikian rupa bagi perangkat mobile.
QR Code untuk konteks ini bisa pasang pada poster, brosur, selebaran, dan materi lainya.
Bisa disimpulkan bahwa QR Code, bisa memudahlkan para pengguna ponsel untuk mendapatkan informasi yg diinginkan serta memudahkan pengiklan dalam memasarkan produk atau jasanya.
Jika demikian, rasanya tak ada alasan bagi Peritel untuk tidak mencobanya .

Sumber : Ritel Idonesia

Posted in Berita | Leave a comment

WEALTH = NILAI TAMBAH X LEVERAGE

WEALTH = NILAI TAMBAH X LEVERAGE

Artikel majalah Globe bulan Agustus yang lalu menarik perhatian saya. Di majalah itu disebutkan omzet 100 perusahaan-perusahaan terbesar di Indonesia. Yang menarik adalah bahwa grup Alfamart diperkirakan omzetnya menembus 7 Triliun tahun ini. Bayangkan, supermarket mini di pinggir jalan itu total omzetnya mencapai 7 Triliun!
Pikiran saya, apa susahnya jualan kripik kentang? Mulailah saya survey kekiri dan kekanan. Saya Tanya teman-teman saying yang sedikit lebih mengerti bisnis ini. Kurang lebih saya menjadi tahu, bahwa sebagai master franchisor,Alfamart medapatkan profit margin 4%. 2% dari supplier dan 2% lagi dari mark-up kepada franchisee. 4% dikali 7 Triliun adalah 280 Miliar. Hmm, not bad, buat penjual kripik kentang.
Saya berfikir, apa susahnya bikin inimarket saingannya. Bisnis modelnya kan sederhana. Sewa toko, beli rak dan kemudian men-display-nya dengan baik. Penentuan lokasi tidak perlu susah-susah. Dimana ada Alfamart dan Indomart, saya buka saja disana.
Tinggal kita kasih nilai tambahnya dibandingkan Alfamart. Bagaimana kalau displaynya lebih rapi. Circle-K di Bali berhasil karena displaynya sangat baik dibandingkan dengan minimarket sejenis. Oh ya Circle-K itu juga lebih bersih, kacanya lebih bening dan lampunya lebih terang.
Jadi kalau saya bikin minimarket sejenis, yang saya kasih nilai tambah, lokasi parker lebih baik, display lebih cantik dan rapi, kaca yang lebih bening dan lampu yang lebih terang, maka minimarket saya kemungkinan akan bisa bersaing. Dan hmm.. mungkin saya bisa provide service yang lebih baik. Background saya adalah perusahan jasa, tentunya DNA melayani-nya lebih baik dibandingkan dengan perusahaan distribusi. Barang yang dijual kan sama-sama aja. Keripik kentang, minuman ringan dan sebagainya.
Yang saya perlukan adalah visibility, bahwa minimarket sayam katakanlah namana Lestari-Mart mempunyai keunggulan. Saya tinggal pilih satu lokasi dimana saya bisa mengungguli dua pesaing utama saya itu (Alfamart dan Indomart), selebihnya saya bisa mem-franchise-kan Lestari-Mart ke seluruh Indonesia. Kalau saja bisa membangun jaringan 5000 toko, omzetnya per toko 100 juta sebulan. Setahun tinggal mengalikannya saja. 5000 x 100 juta x 12 = 6 Triliun. Toh membangunnya jug atidak pakai modal sendiri. Kalau bisa membangun 50 saja jaringan sendiri, sisanya kan tinggal mengalikan sendiri menggunakan modal franchisee. Wealth tercipta ketika kita bisa me-leverage nilai tambah.
Wealth = Nilai tambah x Leverage
Teman-teman saya menertawakan ide saya membangun jaringan Lestari-Mart. Kata mereka 1000% pasti gagal. Karena tidak bisa bersaing dengan perusahaan se-gede gajah seperti Alfamart dan Indomart. Tidak mungkin bisa menang. Mereka membelinya saja sudah bisa lebih murah. Sementara bisnis ini sangat kompetitif, price sensitive. Sangat komoditif, beda harga 50 rupiah saja, pelanggan sudah lari. Kalau tidak benar-benar murah, jangan harap bisa bersaing.
So, Bapak/Ibu sekalian, what do you think? Tidak masalah, saya akan gagal atau berhasil. Lesson learned dari kasus Alfamart ini menurut saya adalah ketika kita bisa menciptakan nilai tambah, sekecil apa pun nilai tambah itu, kita bisa mentransformasikannya menjadi great wealth, yaitu dengan memberikan faktor kali. Bahkan penjual ‘keripik kentang’-pun omzetnya bisa 7 Triliun.
By : Alex P. Chandra – Direktur Utama BPR Lestari
Posted in Artikel | Leave a comment

Melawan Mata Rantai

Melawan mata Rantai – Jasa Konsultan Retail hubungi 081327649999

Beberapa bulan sebelum Wal Mart resmi membuka gerainya, Doug mulai melakukan penelitian ke beberapa daerah dan melihat bagaimana peng-usaha lokal bisa hidup dibawah bayang-bayang jaringan mata rantai Wal Mart yang raksasa itu. Dan segera saja setelah pengamatannya selesai, Doug melakukan banyak pembenahan pada usaha retailnya.
Meng”amini” apa yang pernah diprediksi oleh futurology John Naisbitt dalam bukunya Global Paradox, sebuah teori korporasi yang menyatakan bahwa setiap perusahan besar nantinya akan menjadi raksasa dengan cara memcah unit bisninsnya menjadi kecil dan terbesar dibanyak titi [mata rantai], itu pula yang dinilai akan terjadi pada peta persaingan bisnis retail modern saat ini. Banyak praktisi yang menilai bahwa hanya store yang formatnya kecil atau hypermart yang formatnya besar akan jadi pemenang dan sanggup meraih pasar. Kelas supermarket yang selama ini menjadi wakil dari modern store justru kian jenuh dan mulai di tinggalkan konsumen. Dan faktanya kemudian secara empiris terbukti ketika Nielsen merilis surveynya yang menyatakan bahwa pertumbuhan terbesar yang terjadi pada sector modern retail pada tahun 2010 lalu adalah minimart yang jumlahnya berkembang sebesar 42% tepatnya 19,622 toko, sementara dikelas hypermart tumbuh 23% menjadi 154 toko. Sementara supermarket menurun 6%. Yang menarik justru pertumbuhan retail kosmetik yang mencapai 17% bahkan mengalahkan semi retail [wholesale] yang bertumbuh hanya 5%.
Perkembangan minimarket yang fantastis tersebut tidak dapat dipungkiri dipelopori oleh perusahaan waralaba yang menjadi trigger berkembangnya retail modern, hal ini pun menjadi dilemma tersendiri yang berujung konflik dibeberapa daerah. Sebagian pihak menyebut kehadiran minimart modern secara massif berpotensi mematikan warung-warung kecil tradisional, namun disisi lain tidak sedikit pula mereka yang menilai bahwa hal ini adalah dampak dari pasar bebas yang telah disetujui pemerintah dan berlaku saat ini, maka tidak ada alasan ut=ntuk melarang toko minimart modern tersebut berkembang. Tanpa maksud memihak, namun inilah gambaran kedepan dari perkembangan usaha retail, kebutuhan berbelanja baru yang bisa dipenuhi oleh modern store yang nyaman, itu sebabnya toko dan warung tradisional harus ikut menyadari hal tersebut dan berbenah untuk bisa memenuhi kebutuhan pelanggan.
Sumber : M&I
Bali Retail Business Community

Kehadiran modern ritel akhirnya menjadikan persaingan kian ketat, disinilah muncul tuntutan bagi para owener ritel berkonsep tradisional untuk melakukan perubahn, beradaptasi dan meng-upgrade dirinya untuk adaptif pada pembaharuan. Tanpa upaya itu, maka peluang terhimpit sangat besar. Menyadari hal ini, maka sekelompok pebisnis retail menggelar Workshop Retail Management, acara yang diselenggarakan di Hotel Nikki tersebut membludak dan menunjukan bahwa bisnis Retail menjadi priamadona baru bagi kalangan pengusaha dan merupakan indikator bahwa kesadaran akan tuntutan perubahan memang sudah dirasakan oleh pebisnis ritel tradisional di Bali.
Pembicaranya di datangkan dari professional Retail Consulting, Bapak Iswarin [ex GM Circle K], materi utamanya adalah transisi menjadi modern, mulai dari desain toko, teknik selling dan promosi dan berbagai konsep menarik lainnya. Pada kesempatan yang sama, dibagikan buku Rockin Your Business sebagai referensi tambahan kepada peserta. Dan tidak berhenti sampai disitu, menyadari persaingan yang dihadapi adalah ritel waralaba yang memiliki banyak keunggulan, maka para peritel non-waralaba inipun pada tanggal 30 January 2011 lalu membentuk paguyuban bernama Bali Retail Business Comumnity. Komunitas ini menyadari keunggulan kompetitif ritel waralaba sangat tinggi, mulai dari jaringan nya yang besar sehingga mampu membeli produk dengan jumlah yang banyak dan mendapatkan konsesi harga yang lebih murah [sehingga profit margin mereka lebih besar] hingga pelayanan dan insfrastuktur yang lebih modern dan berbagi keunggulan lainnya.
Karenanya salah satu agenda komunitas Bali retail business ini pun menuju kea rah tersebut, mulai dari pertemuan rutin dan menyusun perencanaan hingga order produk melalui ide pembentukan gedung bersama [sehingga bias mendapatkan konsesi harga yang lebih murah], upgrade service menuju excellent, design toko dan pengetahuan serta teknik franchising dan berbagai keunggulan lainnya untuk tetap kompetitif didalam persaingan. (Sumber Money & I edisi Okt 2011)

Posted in Berita | Leave a comment

Retail Indonesia Fenomena Asia

Masyarakat internasional paham bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun belakang ini sangat mengesankan. Kelas menengan berkembang pesat, stabilitas cukup terjaga, dan yang tidak boleh dilupakan Indonesia melompat sebagai Negara demokrasi dengan dua pemilu presiden yang berlangsung aman.

Pakar marketing kelas dunia Philip Kotler mengatakan bahwa ada lima Negara yang termasuk kategori emerging countries. Empat Negara lain adalah Brazil, Rusia, India dan China (BRIC). Seharusnya istilah BRIC diganti menjadi BRICI, dengan kata terakhir merujuk pada Indonesia.

Kabar gembira tersebut, jelas sangat berpengaruh pada dunia ritel yang juga mengalami perkembangan yang tak kalah seksi. Bisnis ritel di Indonesia beberapa tahun terakhir telah menjadi fenomena di Asia, khususnya di antara Negara berkembang. Indonesia bahkan menempati peringkat tiga pasar ritel terbaik di Asia. Berdasarkan catatan konsultan manajemen dunia, AT Kearney, yang mengeluarkan laporan pertumbuhan industry ritel terbaik di sejumlah Negara di dunia, Indonesia masuk ke dalam Negara dengan ritel yang baik.

Dalam laporan berjudul Global Retail Development Index (GRDI) 2011 ini menilai, kondisi industri ritel di 30 negara berkembang di dunia dan memeringkatkan mereka berdasarkan sejumlah factor di antaranya risiko usaha, populasi penduduk, serta kekayaan yang dikaitkan dengan kondisi industri ritel terkini.

Dengan pertumbuhan pengeluaran belanja konsumen di sejumlah Negara berkembang yang sedang dalam masa puncaknya, industri ritel tidak memiliki pilihan lain selain berekspansi bisnis ke sejumlah pasar baru. Langkah itu diperkosa agar perusahaan masih bias berkompetisi.

GRDI menilai pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia akan tetap cerah dengan pertumbuhan permintaan domestic dan ekspor yang tinggi, penjualan ritel yang stabil dan membaiknya kepercayaan konsumen. GRDI memperkirakan bahan pangan merupakan sector bisnis yang sangat penting bagi kawasan ini, bahkan bias mencapai dua pertiga dari penjualan ritel.

Dalam laporan tersebut, pertumbuhan ritel Indonesia tercepat ketiga setelah Cina dan India. Negeri ini, disebut pertumbuhan dengan underlying yang kuat. Indonesia harus bersyukur dengan underlying ekonominya yang sangat kuat berupa populasi penduduk yang mencapai 235,5 juta jiwa. Pendapatan per kapita penduduk Indonesia juga terus naik dengan pertumbuhan infrasruktur industri ritel yang terus meningkat akan menunjang penjualan ritel bahan pangan. Sektor ritel lain yang bakal tumbuh adalah elektronikan yang dipimpin oleh produk computer, dan diperkirakan tumbuh 13 persen dalam lima tahun mendatang.

Peluang pertumbuhan itu makin menjanjikan bila dilihat dari rasio ritel dan populasi penduduk. Hingga kini rasio populasi ritel di Indonesia dibandingkan dengan jumlah penduduk termasuk yang paling rendah di Asia Pasifik. Di Indonesia satu juta penduduk baru dilayani oleh 50 peritel termasuk supermarket, hypermarket dan minimarket.

Bandingkan dengan Taiwan, di mana setiap penduduk dilayani oleh 400 ritel modern. Jika dilihat secara total nasional rata-rata populasi ritel modern di Jawa masih yang terpadat dibandingkan wilayah lain. Ini semua merupakan peluang yang harus terus digarap, sehingga rasio ritel dan populasi akan menemukan titik keseimbangannya.

Inilah saatnya untuk optimis, membuka diri, dan tak berhenti untuk terus mengembangkan sayap. Penduduk yang besar bukan lagi menjadi beban, tapi harus jadi peluang. Dorongan ini akan memberikan sumbangan terhadap ekonomi di masa depan.  Sumber : Retail Indonesia

Masyarakat internasional paham bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun belakang ini sangat mengesankan. Kelas menengan berkembang pesat, stabilitas cukup terjaga, dan yang tidak boleh dilupakan Indonesia melompat sebagai Negara demokrasi dengan dua pemilu presiden yang berlangsung aman.

Pakar marketing kelas dunia Philip Kotler mengatakan bahwa ada lima Negara yang termasuk kategori emerging countries. Empat Negara lain adalah Brazil, Rusia, India dan China (BRIC). Seharusnya istilah BRIC diganti menjadi BRICI, dengan kata terakhir merujuk pada Indonesia.

Kabar gembira tersebut, jelas sangat berpengaruh pada dunia ritel yang juga mengalami perkembangan yang tak kalah seksi. Bisnis ritel di Indonesia beberapa tahun terakhir telah menjadi fenomena di Asia, khususnya di antara Negara berkembang. Indonesia bahkan menempati peringkat tiga pasar ritel terbaik di Asia. Berdasarkan catatan konsultan manajemen dunia, AT Kearney, yang mengeluarkan laporan pertumbuhan industry ritel terbaik di sejumlah Negara di dunia, Indonesia masuk ke dalam Negara dengan ritel yang baik.

Dalam laporan berjudul Global Retail Development Index (GRDI) 2011 ini menilai, kondisi industri ritel di 30 negara berkembang di dunia dan memeringkatkan mereka berdasarkan sejumlah factor di antaranya risiko usaha, populasi penduduk, serta kekayaan yang dikaitkan dengan kondisi industri ritel terkini.

Dengan pertumbuhan pengeluaran belanja konsumen di sejumlah Negara berkembang yang sedang dalam masa puncaknya, industri ritel tidak memiliki pilihan lain selain berekspansi bisnis ke sejumlah pasar baru. Langkah itu diperkosa agar perusahaan masih bias berkompetisi.

GRDI menilai pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia akan tetap cerah dengan pertumbuhan permintaan domestic dan ekspor yang tinggi, penjualan ritel yang stabil dan membaiknya kepercayaan konsumen. GRDI memperkirakan bahan pangan merupakan sector bisnis yang sangat penting bagi kawasan ini, bahkan bias mencapai dua pertiga dari penjualan ritel.

Dalam laporan tersebut, pertumbuhan ritel Indonesia tercepat ketiga setelah Cina dan India. Negeri ini, disebut pertumbuhan dengan underlying yang kuat. Indonesia harus bersyukur dengan underlying ekonominya yang sangat kuat berupa populasi penduduk yang mencapai 235,5 juta jiwa. Pendapatan per kapita penduduk Indonesia juga terus naik dengan pertumbuhan infrasruktur industri ritel yang terus meningkat akan menunjang penjualan ritel bahan pangan. Sektor ritel lain yang bakal tumbuh adalah elektronikan yang dipimpin oleh produk computer, dan diperkirakan tumbuh 13 persen dalam lima tahun mendatang.

Peluang pertumbuhan itu makin menjanjikan bila dilihat dari rasio ritel dan populasi penduduk. Hingga kini rasio populasi ritel di Indonesia dibandingkan dengan jumlah penduduk termasuk yang paling rendah di Asia Pasifik. Di Indonesia satu juta penduduk baru dilayani oleh 50 peritel termasuk supermarket, hypermarket dan minimarket.

Bandingkan dengan Taiwan, di mana setiap penduduk dilayani oleh 400 ritel modern. Jika dilihat secara total nasional rata-rata populasi ritel modern di Jawa masih yang terpadat dibandingkan wilayah lain. Ini semua merupakan peluang yang harus terus digarap, sehingga rasio ritel dan populasi akan menemukan titik keseimbangannya.

Inilah saatnya untuk optimis, membuka diri, dan tak berhenti untuk terus mengembangkan sayap. Penduduk yang besar bukan lagi menjadi beban, tapi harus jadi peluang. Dorongan ini akan memberikan sumbangan terhadap ekonomi di masa depan.  Sumber : Retail Indonesia

Posted in Artikel | Leave a comment

Cintai Pelanggan & Hormati Pesaing

Agar sustainable di masa depan, sekarang ini, bisnis harus mengindahkan nilai-nilai dan human spirit khususnya menyangkut people dan planet. inilah pesan tegas dari konsep marketing 3.0 marketing berbasis nilai dan human spirit.

Relasi marketing dan nilai-nilai mempunyai tiga tahapan, Tahapan pertama, ketika marketing dan nilai-nilai terpolarisasi. Disini, ada paham yang mengatakan marketing dan nilai-nilai terpisah, di mana kalau ada penerapan nilai-nilai berarti menambah biaya . Kedua, tahap seimbang diaman marketing dijalankan secara biasa seperti menyumbangkan sebagian laba untuk aktifitas sosial. Ketiga, ada integrasi nilai nilai dalam marketing, Nilai yang menjadi kepribadian dan tujuan dari perusahaan tersebut.

Satu kredo dalam Marketing 3.0 adalah dengan mencintai pelanggan dan menghormati pesaing di dalam bisnis. mencintai pelanggan berarti meraih loyalitas mereka dengan cara memeberikan nilai yang tinggi dan menyentuh jiwa mereka . Donald Calne mengatakan bahwa perbedaan mendasar antara perasaan dan jiwa mereka. Donald Calme mengatakan bahwa perbedaan mendasar antara perasaan akan menghasilkan tindakan, sedangkan akal akan menghasilkan kesimpulan. Keputusan konsumen untuk membeli atau menjadi pelanggan setia kepada suatu merk sangat di pengaruhi oleh perasaan.

Cambell Soup Company, misalnya, mengubah warna masakannya menjadi warna merah muda selama Breast Cancer Awareness Month dan berhasil meningkatkan permintaan produk mereka secara signifikan. Karena kebanyakan konsumen sup adalah perempuan dan kanker payudara adalah isu yang sangat dekat dengan mereka, penjualan kepada perempuan meningkat. Ini menunjukan penekanan pada perasaan di banding pada akal cukup berhasil.

Lebih dari itu , kita wajib menghormati pesaing, Pesaing berperan penting dalam perluasan pasar karena tanpa adanya pesaing sebuah industri akan tumbuh lebih lambat. Jika kita mengawasi pesaing, kita dapat mempelajari kekuatan dan kelemahan perusahaan kita.

Strategi meningkatkan pertumbuhan pasar dengan membiarkan terjadinya kompetisi dapat dilakukan melalui transfer tehnologi secara vertikal maupun horisontal, Unilever di Vietnam menjadi contoh . Unilever memberikan pelatihan praktik terbaik untuk pemasok lokal di Vietnam, Di Pelatihan itu, para pemasok mempelajari standar kualitas tersebut.. Tidak hanay itu, Unilever juga memberikan dukungan keuangan kepada para pemasoknya. Dengan cara ini , Unilever dapat mempertahankan biaya yang rendah dari pemasok lokal sekaligus mempertahankan kualitas mereka.

Satu hal yang harus di pertimbangkan disini adalahkemungkinan bahwa pemasok tersebut juga melayani pesaing Unilever. Dan, yang menarik, Unilever membiarkanya, karena hal itu membantu perkembangan pasar secara keseluruhan.

Kedua hukum tersebut, yakni mencintai pelanggan dan menghormati pesaing tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Menghormati pesaing menjadi satu indikasi bahwa pemilik mereka mempunyai pegangan pada nilai-nilai . Mereka yg tidak bisa menghormati pesaing berati susah dipercaya bisa benar-benar mencintai pelanggannya.

Sudahkan kita mencintai pelanggan dan menghormati pesaing kita?

Sumber M&I By Hermawan Kertajaya

 

Salam Sukses,

Iswarin Retailman
Trainer & Retail Consultant Independent
______________________________________________________
MENGEMBANG-BIAKAN BISNIS RETAIL ANDA

Posted in Artikel | Leave a comment

Mendirikan Bisnis Ritel

MENDIRIKAN BISNIS RITEL

Memutuskan untuk memulai bisnis ritel menjadi pilihan yang sangat tepat dalam kondisi saat sekarang. Dewasa ini banyak masyarakat yang mengadopsi gaya hidup yang modern dan mengutamakan kenyamanan dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan harianya. Semakin dekatnya toko ritel dengan kawasan pemukiman penduduk serta dengan iming-iming harga murah, pilihan barang yang bervariasi, hal ini jelas memberikan solusi bagi masyarakat yang kian sibuk, suami istri bekerja, yang tidak ada waktu lagi untuk berbelanja di pasar tradisional yang jauh dari rumah, becek serta jam buka yang pendek. Sementara itu kebutuhan akan 9 bahan pokok, perawatan tubuh, perlengkapan rumah tangga, perlengkapan bayi sampai makanan ringan kian hari makin meningkat.
Dimasa mendatang jumlah konsumen dalam katagori usia 11 sampai 50 tahun adalah konsumen potensial, terus tumbuh dan bertambah, Dengan demikian keuntungan berlipat dan bisnis yang terus tumbuh bukan hanya impian semata namun sudah menjadi kenyataan. Selain faktor keuntungan fakta membuktikan bahwa bisnis retail tumbuh dengan pesat sepanjang jaman, itu terbukti pada saat semua sector bisnis terpuruk karena krisis ekonomi th 1998, bisnis ritail tidak berdapak bahkan semakin berkembang.
Disamping itu, bisnis ini merupakan mata pencaharian yang paling banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari, umur bisnis ritel atau berdagang juga paling panjang di banding sektor lain, Orang berdagang sudah ada sejak jaman dahulu sebelum modernisasi membuka peluang kesempatan kerja. Berdagang sudah menjadi mata pencaharian umum sebelum pabrik2 mulai dibuka dan merekrut ribuan tenaga kerja.
Sejak zaman nenek moyang kita, penjual beras, sayur dan buah2an sudah meramaikan pasar tradisional kita semua orang bisa dengan mudah menjalankan bisnis ini. Seiring dengan pekembangan jaman, saat ini bisnis retail sudah mulai dikelola dengan system yang modern dan canggih, dari yang menjanjikan harga murah hingga yang memberikan atmosfir yang berbeda di tokonya. Tak heran persaingan bisnis ritel semakin hari semain memanas. Toko kelontong memang masih bertebaran di sudut perkampungan tetapi konsep bisnis retail modern lebih menjanjikan.
Namun masih banyak orang yang belum paham betul untuk mengelola bisnis ritel mereka secara modern, Saya akan mambantu anda mengupas habis tentang tata cara bagaimana mengelola bisnis ritel secara modern, sehingga pembaca akan mudah mengaplikasikannya di dalam bisnis ritelnya.
Ada 5 (lima) elememen penting yang belum di pahami oleh orang yang akan membuka bisnis ritel atau minimarket, Menapa 5 elemen ini penting?, karena jika Anda tidak betul-betul memahaminya, ini akan berdampak pada merosotnya bisnis ritel Anda yang berujung pada penutupan bisnis tersebut, 5 elemen tersebut adalah :
1. Location, Bagaimana Anda memilijh lokasi yang cocok untuk bisnis Anda.
2. Design Store, Bagaimana Anda men design store agar lebih hidup.
3. Marketing/Promotion, Bagaimana memilih product, menetapkan harga dan membuat promosi yang tidak ada habisnya.
4. SOP (Standard Operating Procedure), Bagaimana Anda membuat SOP sederhana akan tetapi efektif di jalankan.
5. IT (Information Technology), Bagaimana Anda memilih Software terbaik yang cocok untuk bisnis Anda.

Kali ini saya akan membahas mengenai Lokasi.
Sering kali jika kita menanyakan kepada orang atau bahkan orang yang sudah berpengalaman di dalam bisnis mereka, “Dimana lokasi yang bagus untuk buka usaha ?”, Mereka selalu akan mengatakan ya di tempat yang strategis, nah masalahnya tempat strategis itu yang seperti apa?, kita sudah tahu jawabannya pasti mereka akan mengatakan tempat yang “Rame”.
Saya akan rubah kata strategis dan rame tersebut menjadi ”cocok”.
Karena menurut saya semua tempat strategis dan semua tempat rame, masalahnya yang strategis dan rame belum tentu cocok dengan bisnis Anda.


Pada saat Anda akan menentukan dimana lokasi yang cocok untuk bisnis anda, ada 2 (dua) tahap yang harus Anda lakukan :
1. Melakukan Pemetaan.
Tujuannya adalah :
A. Mengetahui tempat dimana banyak aktifitas orang
B. Mengetahui dimana Area perdagangan.
Untuk mengetahui A & B Anda bisa siapkan peta dan tandailah di peta tersebut dengan warna yang berbeda, setalah Anda tahu dimana aktifitas banyak orang dan Area perdagangan. baru kemudian anda menentukan dimana lokasi yang akan anda pilih untuk membuka bisnis Anda, berikutnya adalah melihat siapa competitor yang paling dekat dengan lokasi calon tempat usaha Anda, tentukan apakah bisnis Anda value sama atau di atas competitor, jika Anda ingin diatasnya Anda harus dapat membuat beberapa kelebihannya, misalkan Design toko lebih bagus, kalau competitor tokonya tidak pakai AC toko Anda harus di pasang AC dsb, berapa banyak competior disana? Kalau sudah lebih ada 4 pemain disana sebaiknya anda lupakan lokasi tersebut. Karena sebagus apapun toko anda market share nya akan terbagi.
Setelah Anda yakin bahwa lokasi tersebut sudah sesuai, baru Anda melakukan tahap kedua yaitu melakukan survey kualitas lokasi tersebut dan buat catatan untuk membuat kesimpulan sebelum Anda memutuskan untuk mengambil lokasi tersebut.

2. Survey Kualitas Lokasi
Tahap yang kedua ini Anda harus benar-benar turun ke lokasi dan melihat langsung lokasi yang sudah Anda pilih, beberapa hal yang paling penting dalam pemilihan lokasi :
1. Pastikan dilokasi tersebut banyak perusahaan atau Perdagangan, dimana orang melakukan aktifitas lebih 12 jam perhari.
2. Profil konsumen dilokasi tersebut sama dengan profil konsumen yang akan Anda bidik, karena seramai apapun lokasi tersebut jika konsumennya adalah bukan target market Anda, berarti lokasi tersebut tidak cocok untuk bisnis Anda.
3. Jalan masuk ke Lokasi tersebut harus cukup lebar sehingga orang yang mengendarai mobil akan dapat leluasa keluar masuk, artinya tidak ada sesuatu apapun yang menghalangi keluar masuk seperti tiang listrik pohon atau apapun.
4. Lokasi sungguh-sungguh terlihat dari jarak 100 m dari arah sebelah kanan dan sebelah kiri
5. Sebaiknya lokasi berada di jalan utama, yang dimaksudkan jalan utama disini adalah jalan yang biasanya dipakai orang untuk pergi atau keluar dari area satu ke area lain, bentuk jalannya mendatar tidak berada pas Tanjakan atau turunan, dan kecepatan kendaraan antara 40 – 60 km/jam.
Selamat memilih lokasi untuk bisnis ritel Anda, kesempatan berikutnya saya akan membahas mengenai Design Store.

Posted in Artikel | Leave a comment

KONSEP GRAND OPENING BAGIAN 2

TUJUAN GRAND OPENING

Tujuan Grand Opening adalah untuk membuat pelanggan potensial mengetahui bahwa sebuah store telah dibuka dan membuat mereka mengubah perilaku berbelanja mereka dan pada akhirnya menjadikan store yang baru ini sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rencana belanja rutin mereka. Beberapa tujuan khususnya adalah: 1. Membangun “awareness” akan keberadaan store baru 2. Memotivasi pelanggan potensial untuk mengunjungi store baru dengan menyediakan berbagai alasan yang berarti bagi mereka 3. Mendorong terjadinya bisnis yang berkelanjutan dengan menyediakan berbagai produk dan jasa yang tak tergantikan 4. Menjadikan Store sebagai bagian dari rutinitas pelanggan 5. Menjadikan Store sebagai bagian dari komunitas masyarakat

YANG HARUS DILAKUKAN SEBELUM GRAND OPENING Grand Opening merupakan kesempatan untuk memperkenalkan diri anda dan store anda kepada komunitas masyarakat sekitar. Pastikan bahwa kunjungan pertama mereka merupakan pengalaman yang menyenangkan. Hal tersebut akan mendorong mereka untuk datang kembali secara rutin dan menambah daftar pelanggan kita. Memiliki pelanggan yang setia (loyal customer) merupakan tulang punggung suksesnya usaha. Perencanaan dan pengorganisasian yang menyeluruh dan berkelanjutan akan menjaminan terbentuknya kesan pertama yang sempurna. Buku Panduan ini dapat membimbing anda dalam mewujudkannya.

Store Harus 100% Siap Store harus benar-benar telah siap dioperasikan sebelum merayakan Grand Opening. Store harus dalam kondisi bersih, memiliki stok yang cukup dan memperkerjakan karyawan yang kompeten, ramah, dan antusias. Adanya kekurang-siapan dapat menimbulkan kesan yang kurang baik dan membuat mereka enggan untuk datang kembali. Ingat, bisnis yang berkelanjutan adalah kunci utama sukses tidaknya anda dalam menjalankan usaha ini. Berikan waktu yang cukup bagi diri anda sendiri dan store anda untuk memperisapkan pelaksanaan Grand Opening – beberapa minggu sampai dua bulan sebelum perayaan Grand Opening itu sendiri. Sehingga store anda benar-benar siap 100% lalu anda dapat bersantai menikmati perayaan tanpa adanya kekhawatiran ada pengunjung yang tidak puas. Sebarkan Pengumuman Seluas-luasnya Informasikan dan undang sebagian besar kontak bisnis anda untuk mengambil bagian dalam acara Grand Opening. Pastikan anda telah memberikan tenggang waktu yang cukup bagi rekanan anda. Supplier akan senang dapat membantu dan bekerja sama menjalin hubungan yang saling menguntungkan. Mereka menginginkan anda sukses, yang pada akhirnya membawa kesuksesan bagi mereka juga. Biasanya supplier dapat menyediakan berbagai peralatan promosi yang menarik dan menyenangkan untuk diletakkan di dalam dan di luar store, termasuk di counter kasir (POS). Apabila diberitahukan lebih awal, mereka mungkin bisa menjadi sponsor dalam acara Grand Opening. Agar pencarian sponsor optimal, sebaiknya anda telah menerima kepastian sponsor paling lambat sembilan minggu sebelum Grand Opening sehingga semua rencana dapat dilaksanakan. Kenali Area Perdagangan Riset yang dilakukan saat memilih lokasi dapat digunakan untuk membantu membuat keputusan-keputusan mengenai marketing dan merchandising. Luangkan waktu untuk mengevaluasi informasi tersebut, buatlah keputusan sesuai dengan perilaku target pelanggan utama anda. Lakukan penyesuaian seiring dengan bertambahnya konsumen. Konsumen adalah bisnis anda, jadi selalu perhatikan siapa langganan anda. Berikan pelayanan sesuai keinginan mereka dan mereka pasti akan kembali. Pelajari Persyaratan Perijinan Pemasangan material promosi sangat penting, pastikan bahwa anda telah mengantongi ijin sebelum memasangnya. Dalam pemasangan material promosi (spanduk, umbul-umbul, dll) di area sekitar anda, biasanya ada pembatasan-pembatasan. Banyaknya jumlah yang dapat dipasang sangat tergantung pada kebijakan di area tersebut. Pastikan anda mendapatkan tempat, jika anda harus berebut dengan pemasang yang lainnya. Persyaratan pemasangan material promosi berbeda-beda, termasuk juga waktu pengurusan dan biayanya, tergantung pada areanya. Tampilah Dengan Meriah Jadikan Grand Opening sebagai event. Jadikanlah sebagai suatu hal yang menyenangkan, lalu anda akan mendapat perhatian dan partisipasi yang besar dari konsumen.

Jadikan acara itu sebagai bagian dari masyarakat dengan cara mengundang hampir seluruh penduduk sekitar. Pita-pita, balon-balon dan musik akan menambah kemeriahan, pastikan anda menggunakannya. Antusiasme anda akan segera menular. Supplier mungkin dapat membuat hadiah-hadiah yang tidak mahal, namun akan dapat menambah kesan yang tak terlupakan. Pikirkanlah ide mengenai tema dan beberapa sentuhan akhir. Ini adalah event besar. Usaha-usaha maksimal akan sangat berharga. Susun Rencana Grand Opening Perlu waktu lama untuk membangun “awareness” yang dapat mempengaruhi tingkah laku masyarakat dan merubah rutinitas belanja mereka. Sebagian besar orang cenderung mengikuti rutinitas mereka yang sudah terbentuk dan enggan berubah. Jadi buatlah mereka mengenal anda dan menjadikan anda sebagai bagian dari rutinitas mereka

Posted in Berita | Leave a comment

Supermarket

Supermarket adalah sebuah toko pelayanan mandiri yang menawarkan berbagai macam makanan dan barang dagangan keperluan rumah tangga, terorganisir ke dalam beberapa Departemen. Supermarket lebih besar dalam ukuran dan lebih luas dibandingkan dengan toko bahan makanan tradisional atau Minimarket, akan tetapi lebih kecil bila dibandingkan satu pasar raya atau superstore/Hypermarket.

Supermarket secara tipikal barang yang di jual meliputi daging segar, sayur segar, buah segar, susu segar, dan barang-barang kebutuhan rumah tangga. Di Area penjualan, di sediakan rak untuk barang-barang kemasan kaleng, juga tersediaa untuk berbagai item produk nonfood seperti Bahan pembersih untuk keperluan rumah tangga, Elektronik, Obat2an ringan, dan makanan binatang peliharaan. Sebagian besar supermarket juga menjual berbagai produk rumah tangga lain yang dikonsumsi secara teratur, seperti minuman Ringan sampai minuman beralkohol (dimana diijinkan), Produk Pembersih, obat2an, pakaian, dan masih banyak lagi produk non food lainya. Supermarket di kota menduduki sebagian besar area Mall atau Plaza, biasanya tempatnya di Basement atau lantai I, dan ada beberapa yang letak dekat satu wilayah hunian untuk menyenangkan dan memberi kemudahan kepada konsumen. Selain itu harga yang murah, ketersediaan produk dan pemilihan produk unggulan sebagai daya tarik lainya. Keuntungan-keuntungan lain antara lain mempunyai halaman parkir luas, kenyamanan lain adalah jam operasionalnya yang panjang atau bahkan 24 jam per hari.

Supermarket biasanya menganggarkan pengeluaran untuk promosi seperti pasang iklan di surat kabar, penyebaran brosur dan promosi lainya. Selain itu display yang menarik di rak2 yang ada di area penjualan adalah bagian yang tak terpisahkan atau sudah menjadi mata rantai. Persaingan supermarket lain terletak di sekitar area yang sama, justru akan meningkatkan peluang untuk skala ekonomi di daerah itu. Supermarket biasanya menawarkan produk dengan harga rendah dengan cara mengurangi biaya operasional mereka. Produk Tertentu (seperti makanan pokok : beras, minyak goreng, susu dan gula) adalah dijual sebagai harga umpan, dengan margin O atau bahkan minus. Untuk memenage keuntungan supermarket mengejar volume penjualan secara keseluruhan, sehingga volume penjualan lebih tinggi dan margin tetap dapat di pertahankan pada posisi yang diinginkan perusahaan, Pelanggan biasanya berbelanja dengan cara menempatkan barang dagangan terpilih mereka ke dalam troli atau keranjang belanja dan membayar barang dagangan di pintu keluar atau di counter kasir yang disediakan. Sekarang, banyak rantai supermarket (Supermarket Chain) sedang mencoba untuk mengurangi biaya tenaga kerja dengan cara bergeser kepada pelayanan mandiri, dimana satu karyawan tunggal bisa mengawasi area sales yang lebih luas.

Posted in Berita | Leave a comment