Mendirikan Minimarket atau Toko Retail Modern WA 081327649999.
Presentation atau Display Barang
Presentation (tampilan pajangan) barang, yang anda pahami ketika memajang barang (merchandising) adalah paduan pekerjaan seni dan ilmu pasti
Memakai aspek seni karena memajang barang memperhitungkan aspek estetika yang dilihat dari ukuran barang, type packaging warna, dsb.
Sedangkan dari sisi ilmu pasti adalah bagaimana kita bisa menempatkan produk dengan benar (jumlah, pilihan itemnya, dsb), sehingga bisa di dapat sales dan profit yang optimal.
Apa saja yang harus dilakukan ketika memajang
barang:
Barang yang dipajang harus dalam keadaan bersih.
Menggunakan sitem FIFO atau First in First out, menggeser produk yang lama kedepan, kemudian menambahkan barang yang baru di bagian belakang.
Prinsip pemajangan
produk
Perihal yang harus di
pertimbangkan dalam prinsip pemajangan :
Kemasan besar umumnya diletakan pada shelves bawah, kemasan kecil diletakan pada shelves bagian atas
Pemajangan berdasarkan harga termahal ke harga yang ekonomi, diatur dari kiri ke kanan
Teknik
pajangan/display yang baik
Beberapa teknik memajang produk agar penampilan secara keseluruhan dari
tempat pajangan terlihat baik :
Vertikal Display
Horisontal Display
Blocking display
Mix display
Aturan dalam pemajangan :
Facing up
Lining up
Pajangan berdiri tegak
Pajangan tanpa celah dan ruang kosong
Merk produk terbaca jelas
Peletakan pajangan sesuai dengan merk yang tertulis
Contoh Display
Vertical
Display. Pemilihan produk yang variatif dan diatur berdasarkan tatanan warna
kemasan
Ukuran kemasan serta peletakan
yang tepat membuat keputusan berbelanja secara emosional dapat terjadi.
Horisontal Display.
Untuk Tehnik ini dapat di terapkan untuk category yang variasi range dan
itemnya kecil.
Blocking Display, pemajangan dengan cara menumpukan produk agar
tinggi. Produk sejajar satu sama lainya dan berdampak rapi & penuh
Line Up Display. Produk
sejajar pada bibir shelf gondola, pajangan tampak, rapid an jelas terbaca.
Maximum Space Alocation,
memaksimalkan pajangan dengan area terbatas.
Facing Up Display, Semua
Produk menghadap kemuka dan merk produk terbaca dan terindentifikasi dengan
jelas.
Jarak Pajangan yang baik adalah jarak antara Shelving mesti di atur dengan maximum 5 cm atau sama dengan 2 jari tangan antar shelving
Minimarket adalah sebuah toko pelayanan mandiri yang menawarkan berbagai macam makanan dan barang dagangan keperluan rumah tangga, terorganisir ke dalam beberapa Departemen. Minimarket lebih kecil dalam ukuran bila dibandingkan Supermarket atau Hypermarket. Peraturan Pemerintah Minimarket ukuran nya adalah kurang dari 400 M2
Minimarket secara tipikal barang yang di jual meliputi susu segar, Minuman ringan, Snack dan barang-barang kebutuhan rumah tangga, saat ini banyak Minimarket selain menjual Minuman dingin juga menjual minuman panas, seperti susu dan Teh. Di Area penjualan, di sediakan rak untuk barang-barang kemasan kaleng, juga tersediaa untuk berbagai item produk nonfood seperti Bahan pembersih untuk keperluan rumah tangga, Obat2an ringan, dan makanan binatang peliharaan. Sebagian besar Minimarket juga menjual berbagai produk rumah tangga lain yang dikonsumsi secara teratur, seperti minuman Ringan dari minuman dingin sampai minuman Panas, Produk Pembersih, obat2an, pakaian, dan masih banyak lagi produk non food lainya. Minimarket di kota menduduki sebagian besar di jalan utama atau perumahan padat penduduk, dan ada beberapa yang letak dekat satu wilayah hunian untuk menyenangkan dan memberi kemudahan kepada konsumen. Selain itu harga yang murah, ketersediaan produk dan pemilihan produk unggulan sebagai daya tarik lainya. Keuntungan-keuntungan lain antara lain mempunyai halaman parkir luas, kenyamanan lain adalah jam operasionalnya yang panjang atau bahkan 24 jam per hari. beberapa Minimarket sekarang ini sudah mulai membuat konsep tidak hanya sekedar buat belanja harian tetapi juga untuk meeting point dan ngopi bareng teman-teman. selain itu juga menyediakan sarana pembayaran Online, Seperti Pulsa, Token Listrik, Bayar Air PDAM, Bayar cicilan Kredit Motor sampai kepada pembelian Ticket KA, Pesawat dan Transfer Uang.
Minimarket biasanya menganggarkan pengeluaran untuk promosi seperti pasang iklan di Social Media, penyebaran brosur dan promosi lainya. Selain itu display yang menarik di rak2 yang ada di area penjualan adalah bagian yang tak terpisahkan atau sudah menjadi mata rantai. Persaingan Minimarket lain terletak di sekitar area yang sama, justru akan meningkatkan peluang untuk skala ekonomi di daerah itu. Minimarket biasanya menawarkan produk dengan harga rendah dengan cara mengurangi biaya operasional mereka. Produk Tertentu (seperti makanan pokok : beras, minyak goreng, susu dan gula) adalah dijual sebagai harga umpan, dengan margin O – 5 % atau bahkan minus. Untuk memenage keuntungan Minimarket mengejar volume penjualan secara keseluruhan, sehingga volume penjualan lebih tinggi dan margin tetap dapat di pertahankan pada posisi yang diinginkan perusahaan, Pelanggan biasanya berbelanja dengan cara menempatkan barang dagangan terpilih mereka ke dalam keranjang belanja dan membayar barang dagangan di pintu keluar atau di counter kasir yang disediakan. Sekarang, banyak rantai Minimarket (Minimarket Chain) sedang mencoba untuk mengurangi biaya tenaga kerja dengan cara bergeser kepada pelayanan mandiri, dimana satu karyawan tunggal bisa mengawasi area sales yang lebih luas.
Ingin Punya Minimarket tapi tidak tahu dari mana memulai nya
Filosopi
menetapkan harga jual “Mereka berbelanja karena keadaan mendesak. Mereka menyukai lokasi yang
dekat, jam buka yang panjang, Pelayanan yang ramah dan harga yang murah”.
Bagaimana Proses
perhitungan harga jual ?
Perhitungan
dalam menentukan harga jual dapat dilakukan berbagai cara:
Menghitung semua komponen biaya + target profit
Harga Jual = COGS/unit +
operating cost/unit + profit/unit =100%
Tips untuk meghitung operating
cost :
Jumlahkan semua biaya operasional = a
Estimasikan total jumlah penjualan = b
Operating
cost = a/b persamaan ini akan menghasilkan biaya operasi sebagai… % dari harga
jual. Masukkan nilai ini ke dalam
persamaan di atas.
Unsur biaya operasi sebagai
pertimbangan dalam menentukan harga jual suatu produk :
Unsur-unsur berikut ini dapat dimasukkan pada saat
menghitung harga jual:
Biaya-biaya pembungkus dan biaya pelayanan
Biaya
pembelian dan penerimaan
Biaya
pemrosesan kartu kredit
Biaya
iklan
Biaya
asuransi
Dan
lain-lain
Yang perlu
anda ingat strategi harga murah hanya BERHASIL jika retailer benar-benar dapat
membuat PROFIT!!!
Mengikuti
Saran harga dari pabrik
Pada
saat ini kebanyakan konsumen menginginkan harga reguler di bawah dari harga
yang disarankan oleh pabrikan, dengan demikian banyak peritel tidak lagi
menggunakan saran harga dari pabrik dalam menetapkan harga jual reguler mereka.
Saran
harga jual pabrikan tetap sangat berguna bagi peritel, dan ini mereka gunakan
untuk menghitung besarnya markup.
Pada
umumnya apabila pabrikan menawarkan saran harga jual, peritel langsung dapat
menghitung markup dari nilai pokok.
Apabila ternyata aktual harga jual konsumen lebih rendah dari saran
pabrikan, peritel dapat menawar kepada pabrikan sebesar markup tersebut, dengan
demikian peritel mungkin ada dalam
posisi tawar yang lebih tinggi dari pabrikan.
Harga yang “fair”
kata
“fair” selalu menunjukkan total value yang ditawarkan peritel. Arti kata “fair” dipandang dari perspektif
yang berbeda:
consumer perspective: harga yang murah
haruslah cukup rendah sebagai pengganti dari terbatasnya pilihan dan layanan;
untuk up-scale store, tingkat pelayanan dan pilihan merk haruslah
sepadan dengan harga yang mahal
retailer perspective: “fair”
berarti harga-harga harus mencerminkan struktur biaya operasi perusahaan yang
memungkinkannya untuk mencapai profit yang cukup memuaskan.
à Agar berhasil, kedua hal tersebut harus menjadi
pertimbangan
Price +
Pilihan barang + Customer Service + Store Atmosphere
=
COGS + Operation Cost + Expected Profit
Customer’s value Retailer’s value
4. Melihat
harga pesaing
Jika peritel menetapkan harga tanpa melihat harga-harga
pesaing, maka pandangan peritel tersebut sangat sempit. Peritel seperti ini cenderung
kehilangan pelanggan.
Penetapan
harga haruslah mengacu pada dua hal berikut:
Absolute prices adalah harga aktual yang
ditetapkan oleh peritel, mengacu pada biaya-biaya dan profit yang diharapkan.
Relative prices menunjukkan harga peritel
dibandingkan pesaing ; selisih antara absolute and relative prices haruslah
didasarkan pada value.
Reaksi peritel terhadap harga pesaing tergantung kepada Value yang ditawarkan; VALUE HARUS SAMA ATAU LEBIH TINGGI DARI PESAING.
Anda masih ingat tulisan saya mengenai bagaimana mendirikan Minimarket?, di tulisan sebelumnya sudah saya jelaskan bagaimana cara memilih lokasi yang cocok dan mendesain toko, pada kesempatan ini saya akan mengupas elemen penting yang ke tiga yaitu mengenai Marketing & Promotion (Marketing dan Promosi).
Apa saja yang akan di bahas
mengenai marketing dan promosi? pertama yang akan dibahas adalah bagaimana anda
meilih produk, kedua menetukan harga jual, ketiga mem-presentasikan atau
memajang barang yang di jual, dan yang ke empat adalah Melakukan promosi, saya
biasa menyebutnya dengan istilah 4 P.
Product
Price
Presentation
Promotion
PRODUCT
Sebelum
Anda menentukan produk apa yang harus anda jual di toko anda sebaiknya saya
jelaskan dulu mengenai :
Category
Hierarchy, Definisi kategori hirarki adalah
kumpulan produk yang dikelompokan kedalam masing-masing kategori yang
mana setiap kategori produk merupakan unit bisnis, tujuannya agar semua bisnis
unit dapat dimanajemeni dengan baik sehingga
memenuhi “Key performance indicator” untuk masing-masing kategori
sehingga dapat memenuhi target perusahaan secara keseluruhan. Dan Category
hierarchy terbagi atas :
Definisi kategori adalah menggambarkan area/scope dari
kebutuhan kategori yang dijabarkan. Definisi kategori harus dapat
memenuhi kebutuhan konsumen juga tujuan perusahaan
Hal yang diperhatikan dalam menentukan definisi terhadap
masing-masing kategori :
Menentukan “Shopper need states” dari masing-masing
kategori
Hubungan antara kategori dengan kategori lainnya
Hubungan antara kategori dengan sub-kategori
Menentukan “decision tree” dari masing-masing kategori
Pentingnya peran
kategori
Apakah kategori produk sudah memberikan kesan komplit?
Apakah kategori produk sudah sesuai target market?
Beberapa peran kategori dan dampak terhadap konsumen yang
berebelanja ke toko
Tobacco Category produk yang berdampak terhadap konsumen untuk berbelanja ke dalam toko
Fountan Drink Category produk yang menciptakan target market tertentu (Limited market) untuk berbelanja
Groceries Category produk yang berdampak terhadap konsumen untuk berbelanja ke dalam toko
Beverage Category produk yang berdampak terhadap konsumen untuk berbelanja ke dalam toko
Milk Category produk yang dibeli secara rutin dalam frekuensi tertentu di hampir semua retailer
Health & Beauty Category produk yang dibeli secara rutin dalam frekuensi tertentu di hampir semua retailer
General Merchandise Category produk yang menciptakan target market tertentu (Limited market) untuk berbelanja
House Hold Category produk yang dibeli secara rutin dalam frekuensi tertentu di hampir semua retailer
Services Category produk yang menciptakan target market tertentu (Limited market) untuk berbelanja
Food Services Category produk yang dibeli secara rutin dalam frekuensi tertentu di hampir semua retailer
dan anda bisa menambahkan Category sesuai dengan konsep toko nya.
Jadi Prinsip pemilihan produk yang paling mendasar
adalah :
Produk yang dipilih sesuai dengan kebutuhan konsumen;
A. Menetapkan philosophy kategori berdasarkan category definition
B. Menentukan kategori dan sub-kategori bahkan sub-sub kategori yang ada kaitannya dengan definisi kategorinya
C. Menentukan produk/item berdasarkan manufacture
Memperhatikan peningkatan inventory berbanding sales
Mengetahui besarnya space yang dialokasikan untuk setiap kategori
Pemilihan supplier/distributor yang tepat termasuk service level, TOP dan kondisi trade lainnya yang diberikan.
Sering kali orang bingung pada saat akan memulai buka usaha atau membuka Minimarket. Pertanyaannya anda pingin Minimarket yang sepesialisasi atau yang Palugada (apa lu mau gua ada)?
Saya mencoba mengamati bisnis-bisnis skala kecil dan besar yang ada di sekitar kita. misalkan rumah makan Padang, boleh di bilang hampir semua orang yang membuka rumah makan padang sukses, bahkan sebagian sudah menjadi bisnis besar dan di Franchisekan seperti RM Padang “Sederhna”. Bisnis rumah makan Padang kalau saya bilang bisnis rumah makan Palugada, kenapa? coba kita amati yang mereka jual semua aneka lauk pauk ada, mau ynag pedas ada, mau yang gak pedas ada, mau ayam pop ada, ayam goreng ada, ikan ada, mau daging ada, mau sayur ada mau sop ada. Nah coba sekarang kita di posisi sebagai konsumen, pada saat pingin makan tapi bingung mau makan apa, pasti kita akan ke rumah makan padang, kenapa? karena ya tadi itu banyak pilihan dan cepat. Lain halnya coba kita buat rumah makan yang masakannya spesial SOTO, misalkan soto Medan, sudah di pastikan bahwa orang yang mau makan ke tempat tersebut ingin makan soto, karena tidak ada pilihan makanan yang lain. berarti target konsumenya lebih sedikit, tidak semua orang makan soto, dan beberapa orang punya kecenderungan untuk menghindari makanan yang bersantan.dll. Tapi kenapa ada rumah makan yg jual soto saja kok rame?, ya karena pertama sotonya enak,kedua sudah lama buka dan sudah dikenal orang bertahun tahun. Tapi sekarang coba kita amati semua penjual soto yang ada di sekeliling kita berapa banyak dan apakah semua rame? Jika Anda pingin masuk di bisnis yang sepesialisai harus punya keistimewaan dan benar-benar beda dengan yang sudah ada, kalau masakan, ya harus masakannya yang benar-benar enak dan sepesial, namun kalau tidak punya keistimewaan apa apa sebaiknya bisnis Palugada saja lebih siip. Contoh Palugada di bisnis retail misalnya Supermarket, tadinya orang masih berfikir spesialisasi, kalau bisnis minimarket ya jual dan kebutuhan sehari hari. contoh lain adalah Dept Store, yang khusus menjual Pakaian. Mereka sukses? betul mereka sukses dan menguasai pasar beberapa tahun yang lalu. Terus contoh Palugadanya apa? Hypermarket ya Hypermarket adalah bisnis retail Palugada, coba kita lihat apa saja yang mereka jual, dari tusuk gigi sampai barang electronik yang paling mahal dia jual, akhirnya banyak Supermarket dan Dept Store pada tumbang kita pasti pernah dengar Goro, Makro, Alfa gudang rabat, Mega retail, Metro swalayan, Lotus, Roberta, Rimo, Super bazaar dan masih banyak lagi. Ya mereka kena imbas masuknya bisnis palugada seperti Carefour, Giant, Wall Mart, Hypermart, Lotte Mart. wah kalau itu sih bukan Palugada tapi one stop shoping, ya itu kan hanya istilah orang aja, gitu aja kok repot. Terus bagaimana dengan bisnis retail skala kecil seperti minimarket? gak masalah sebenarnya bisnis inipun bisa di konsep Palugada, jadi hilangkan persepsi orang bisnis minimarket ya sama dengan jualan sembako, ya kita bikin aja seperti hypermarket tapi skala kecil, dengan cara itemnya nya yang kita kurangi tapi category poduct nya tetap, misalkan selain sembako dan kebutuhan sehari-hari , kita tambahkan lagi sayuran, daging atau Frozen Food, minuman dingin, minuman panas, pulsa, hp, electronic, toys, pakaian, accesories, tempat pembayaran dll layaknya seperti konsep Hypermarket.
Siap bikin Minimarket serba ada alias Palugada? Ok, salam Sukses Dunia Akhirat
Pada saat anda memutuskan untuk
mendirikan bisnis ritel ada 5 (lima) elememen
penting yang harus di pahami, 5
elemen tersebut adalah :
Location,
Bagaimana Anda memilijh lokasi yang cocok untuk bisnis Anda.
Store Design, Bagaimana Anda men design
store agar lebih hidup.
Marketing/Promotion,
Bagaimana memilih product, menetapkan harga dan membuat promosi yang tidak
ada habisnya.
SOP
(Standard Operating Procedure), Bagaimana Anda membuat SOP
sederhana akan tetapi efektif di jalankan.
IT (Information Technology), Bagaimana Anda memilih Software
terbaik yang cocok untuk bisnis Anda.
Dalam tulisan edisi sebelumnya saya
sudah membahas mengenai bagaimana Anda memilih lokasi yang cocok untuk bisnis
Anda, Dan kali ini saya akan membahas mengenai Store Design (Desain Toko).
Store Design merupakan strategi
penting untuk menciptakan suasana berbelanja yang berbeda, sehingga pelanggan
mendapatkan sebuah pengalaman berbelanja yang baru, serta membuat pelanggang
merasa betah berada di dalam toko, Masih banyak peritel yang beranggapan bahwa
desain toko tidak penting, yang penting kata mereka adalah harga yang murah,
saya pernah tanyakan di beberapa kali acara workshop saya kepada para peserta
“Anda lebih senang berbelanja di toko yang pentaannya rapi desain tokonya bagus
dan harga nya murah atau toko yang acak-acakan tokonya tidak menarik tapi
harganya murah”
Jawaban dari semua peserta adalah
lebih senang belanja di tempat yang rap,i bersih, tokonya bagus dan harganya
murah.
Store Design dikembangkan berdasarkan
kebutuhan dan keinginan pelanggang, yang sudah barang tentu bertujuan untuk
kepuasan pelanggan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan
pada saat membuat desain toko :
Berbeda – Unik
Menggunakan tema
Ada Hiasan gambar atau symbol
Pajangan yang Menarik
Warna Gedung/Toko Menarik
Untuk dapat mewujutkan hal-hal
tersebut diatas, ada 5 (lima) langkah yang dapat
dilakukan agar desain toko Anda menarik :
Store
Front
Lay Out
Image
Trend.
Budget.
Store
Front.
Desain
eksternal yang menunjukan ciri khas dari toko anda, baik berupa bentuk atau gaya, struktur maupun
warna gedung. Toko kecil seperti minimarket yang saat ini kita jumpai hampir
semua sama, sehingga kita sulit membedakan satu sama lain, yang membedakan
hanya nama tokonya saja. Bagaimana agar toko anda berbeda? Pertama adalah warna
gedung, pilihlah warna yang menyolok dan berbeda dengan competitor di sekitar
toko Anda, Kedua Anda bisa buat bentuk tampak bangunan bagian depan yang
berbeda, Anda bisa tonjolkan sesuatu yang menurut Anda unik, ketiga Anda bisa
pasang papan merk toko (neon Box) anda yang berbeda dengan kebanyakan yang
sekarang ada.
Lay Out.
Lay Out (Denah)
toko yaitu menentukan penempatan meja kasir, rak-rak besi, chiller,
frezer, produk dan jalur lalu lintas
orang di dalam area toko. Tujuan nya adalah agar memberikan kemudahan kepada
konsumen untuk memilih dan memutuskan untuk membeli (Easy Selection & Easy
Decision), Memudahkan konsumen masuk dan keluar toko (Easy to get in & Easy
to get out), dan kemudahan membayar di kasir (Easy to pay)
Penempatan Meja
kasir untuk minimarket sebaiknya di letakan di bagian sisi sebelah kanan dimana
konsumen masuk, tempatkan produk-produk yang dicari konsumen di bagian belakang
dan produk impulse (produk yang tidak direncanakan pembeliannya oleh konsumen)
di bagian depan kasir atau di tempat yang mudah terlihat oleh konsumen.
Image.
Image (Gambar
atau hiasan toko), untuk menciptakan Store Atmosphere (suasana toko) yang unik,
berbeda dan nyaman. Store Atmosfer dapat diperoleh dari : tema desain toko, papan nama,
bentuk ruangan, warna cat di dalam toko dan hiasan/tulisan yang ada di dalam
toko.
Hal ini dibuat
bertujuan untuk memikat dan membuat konsumen nyaman selama berada ditoko. Atmosfer
toko ini berperan penting pada saat konsumen memilih barang-barang belanjaan
mereka. Anda dapat memasang papan nama seperti Pole Sign di sisi jalan depan
toko dan Neon Box menempel di bangunan
bagian depan (store front) yang tentunya sudah di sesuaikan dengan tema desain
tokonya. Dibagian dalam toko (Store Interior) anda bisa tempatakn beberapa
Atribut hiasan seperti Header di atas rak-rak dan gambar-gambar yang menarik di
dinding yang kosong, sehingga secara keseluruhan toko Anda nampak menarik
karena tidak terlihat dinding kosong (Plain).
Contoh : Pole Sign dan Neon Box
Contoh
: Header/hiasan gambar
Trend
Trend yang saya
maksudkan disini adalah perkenmbangan toko ritel yang ada di Indonesia, jadi
sebelum anda memutuskan untuk mendesain toko anda sebaiknya anda amati desain
toko yang sedang trend saat ini di Indonesia. Ada beberapa toko modern yang
saat ini sedang trend diantara seperti Alfa mart, Indomaret, Circle K, Seven
Eleven, Star mart, Yomart. Coba anda mereka punya ciri khas sendiri, baik dari
tampilan toko maupun warna yang di tonjolkan.
Budget
Budget (Anggaran
Biaya) tentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan anda, banyak orang
beranggapan bahwa dengan desain yang wah itu memerlukan anggaran yang besar itu
menurut saya tidak benar, karena anda dapat mensiasatinya dengan bahan yang
murah yang penting desain anda tetap unik dan berbeda dengan competitor. Dan
perlu saya ingatkan kembali adalah siapa target market Anda, karena jangan
sampai anda membuat desain yang terlalu mewah tapi dilokasi yang penduduknya
tidak sesuai dengan target market Anda.
Elemen ke 5 yang
tidak kalah penting dalam mendirikan bisnis ritel adalah IT ( Informatioan
Technology).
Diawal tahun 1980an
EPOS (Electronic Point Of sales ) mulai di kenal di Inggris, dan di harapkan akan
menjadi populer dengan cepat di Supermarket-supermarket, namun kenyataannya
baru 5 tahun kemudian EPOS baru mulai banyak di pakai dan di kenal, Menurut ANA
( Article Numbering Association) pada tahun 1987 baru sekitar 1000 toko yang
menggunakan sacnner, itu lebih di sebabkan karena tidak ada dana untuk
pengadaan Scanner dan paket perangkat lunak yang di butuhkan. Lagi pula
persentase barang yang telah di beri barcode oleh produsen bahan makanan baru
mencapai 70 %. Itu adalah sedikit gambaran sejarah perkembangan mengenai
tehnologi informasi ritel modern.
Pada saat ini
peritel skala besar maupun kecil sebaiknya
sudah harus menggunakan tehnologi informasi EPOS. Mengapa?
Electronic Point of Sale System (E-POS)
merupakan salah satu peralatan yang paling penting dalam operasional toko
anda. Sistem ini akan mencatat semua transaksi dan menyimpanan uang kas hasil
penjualan sementara waktu. Sangatlah
penting apabila peralatan ini dioperasikan dengan benar, agar laporan penjualan
harian dapat dibuat dengan tepat. Setiap
karyawan harus diberikan pelatihan yang cukup mengenai semua prosedur-prosedur
dalam mesin EPOS. Karyawan juga harus
dapat mengoperasikannya dengan cepat dan efisien, serta mampu melakukan
berbagai transaksi yang terdapat dalam mesin POS.
Dengan E-POS System
akan membantu memaksimalkan efisiensi pekerjaan Sales person dan Store
Manager. System tersebut akan terintegrasi
sehingga mampu menerbitkan laporan manajemen yang lengkap.
Berikut ini adalah berbagai keuntungan
yang diperoleh jika menggunakan E-POS:
Mengurangi jumlah
kehilangan inventory
Mengurangi
kekurangan uang penjualan
Mengurangi biaya
karena penggunaan telepon
Mempercepat
pelayanan kepada pelanggan
Mengurangi waktu yang
diperlukan oleh store manager untuk mengumpulkan dan menginput data, sehingga
store manager memiliki lebih banyak waktu di store dan bertemu dengan para
pelanggan
Memudahkan store
manager dalam mengatur jadwal kerja karyawan
Mengurangi jumlah
peralatan yang terdapat di atas counter, sehingga tersedia lebih banyak space
Memungkinkan
melakukan tracking penjualan utnuk laporan marketing.
Memberikan
flexibilitas lebih bagi store manger untuk bekerja dengan para karywan store
Memudahkan Sales Person
pada waktu berhadapan dengan pembeli
Mengurangi
penggunaan kertas-kertas atau form-form
Memungkinkan
pelaksanaan training di store
Didalam system ritel modern biasa modul EPOS di bagi
menjadi 2 bagian.
Point of Sale (POS) atau banyak
orang menyebutnya mesin kasir.
Back Office System (BOS) atau biasa disebut sitem administrasi
toko..
Meskipun modul tersebut di bagi menjadi 2 bagian namun
pada kenyataannya kedua modul tersebut tidak dapat di pisahkan karena satu sama
lain merupakan satu kesatuan, dipisahkan disebabakan hanya lebih bersifat untuk
memudahkan pengoperasian dan pembagian tugas antara bagian kasir dan
administrasi.
Kini saya akan menjelaskan modul apa saja yang seharusnya
ada pada POS kasir maupun Back Office..
Modul POS kasir harus dapat melakukan:
Penjualan
dengan scanner, jika produk tidak ada barcodenya penjualan bisa dilakukan
dengan mengetik kode barang ataupun dengan memanggil nama barang tersebut.
Transaksi
penjualan Tunai dan kredit, selain itu juga dapat menrima pembayaran dengan
kartu debit maupun kartu kredit.
Retur
penjualan, ini biasanya terjadi kesalahan pembelian dan konsumen ingin
mengembalikan barang tersebut. Dengan alasan tertentu.
Copy Nota, konsumen
ingin meminta ulang nota/struck pembelian, karena nota yng pernah di berikan
oleh kasir hilang atau untuk keperluan lainya.
Potongan harga
atau discount kepada konsumen sesuai program promosi yang sedang dijalankan..
Harga
bejenjang, bisa harga satuan (pcs), harga kelipatan misalkan kelipatan 6, 12 dan seterusnya, dapat juga harga barang
per Box atau per Karton.
Modul Back Office, menu-menu penting yang harus dapat :
Menyimpan data barang tidak terbatas.
Mengeluarkan pemesanan barang secara otomatis. (Purchase Order)
Mencetak label harga jual (price tag).
Mutasi barang antar toko, mengantisipasi untuk pengembangan toko berikutnya.
Melakukan Stock Opname berjalan.
Hak akse dengan login usernbame dan Password, level akses per menu.
Mengeluarkan laporan-laporan yang dibutuhkan seperti :
Laporan analisa penjualan, omset penjualan, perhari, perminggu, perbulan dan pertahun.
Laporan Hutang, Piutasng, pembayaran hutang dan terima piutang
Laboran Jornal, Rugi laba, Neraca dan perubahan modal.
Majalah Pengusaha edisi 12 Desember 2010 ” Mengerek Tren Positif Bisnis Berkonsep MART” Ya diatas adalah judul majalah Pengusaha Indonsesia edisi Desembe 2010, dan kalau kita baca Laporan Utamanya adalah ” Gurihnya mengelola bisnis Minimarket”., isinya gak lain adalah konsep bisnis modern yang berkonsep Minimarket dan peluangnya. Artinya apa bahwa bisnis Minimarket masih menjadi bisnis yang Trend, tinggal bagaimana kita mengembangkan konsep nya lebih modern dan lebih Canggih. sehingga bisa menciptakan pengalaman berbelanja yang berbeda dan menyenangkan. Namun sangat menyedihkan adalah peluang bisnis yang begitu besarnya di tanah air ini hanya dikuasai oleh beberapa minimarket yang kita kenal dan namanya sudah tidak asing di telinga kita . Siapa mereka, saya yakin Anda sudah tahu atau sudah bisa menebak, baik yang pemain lokal maupun Asing. terus pertanyaannya kenapa yang lain tidak di kenal, jawaban yang sangat sederhana adalah karena jumlah outletnya rata-rata hanya 1 doang alias gak punya cabang. Kenapa mereka gak buka cabang padahal tokonya rame, karena mereka tidak punya sistem yang bisa diduplikasi. Kenapa orang lebih suka mengambil Franchise? Karena kebiasan orang kita lebih seneng yang instant, dan kebanyakan orang beranggapan bahwa franchise lebih menjanjikan keuntungan dan aman untuk investasi. makanya tidak heran jika bisnis Franchise sangat disukai di Indonesia.
Saya pernah coba ngitung biaya investasi jika kita bikin sendiri di banding dg Franchise, ternyata biaya investasinya Franchise lebih tinggi. Ada beberapa temen nanya saya baik via email maupun pada saat di seminar, apa keuntungan dan kerugian kalau kita ambil franchise atau buka sendiri? Saya jawab lebih seneng jangan ditanyakan kesaya, tapi tanyakan saja pada keyakinan diri kita sendiri, karena untung rugi itu adalah resiko sebuah bisnis, tidak ada yang bisa menjanjikan bisnis pasti berhasil dan sukses.. Di beberapa kota pernah saya temui toko franchise lebih sepi di banding toko independent, dan itu bersebelahan bahkan ada beberapa yang tutup, cuma karena yg buka lebih banyak yang tutup tidak terexpos, tapi sebalik nya ada juga toko independent yang tadinya rame terus di sampingnya buka toko franchise, toko independennya jadi sepi.bahkan beberapa tutup.
Bagi temen-temen yang ingin terjun di bisnis ini silahkan, tahun 2011 bisnis Retail peluangnya masih bagus dan masih menjanjikan, tinggal silahkan pilih mau franachise dengan investasi lebih besar atau buka dengan merk sendiri, investasi lebih ringan dan punya kesempatan untuk mem_franchise_kan.
Untuk tulisan saya kali ini akan saya bahas tips bekerjsama dengan konsultan untuk bisnis retail di toko anda. Selama saya bergelut dibidang jasa Konsultan retail saya banyak berjumpa dengan berbagai kalangan terutama untuk bisnis retail dari praktisi, konsultan , pejabat retail, pengusaha retail, karyawan, penyedia Software maupun hardware pos kasir, penyedia rak (Gondola). dan lain lain.
Ada banyak macam karakter yang saya jumpai dari mereka, ada yang capat marah, ada yang sabar, ada yang kebanyakan teori , ada yang memang benar-benar kerja tapi minim teori, ada yang matang teori dan praktek, ada yang dengan kata-kata atau kalimat yang bombastis .
Yang matang teori dan praktek itu yang sulit kita temukan, namun saya akan jelaskan clue nya mana yang memang benar-benar matang di teori dan praktek menurut saya. Karena beberapa kali saya menjumpai Klien yang disitu si klien hanya dijanjiin tanpa adanya realisasi sehingga sudah keluar biaya sekian rupiah tanpa mendapatkan yang diharapkan. bahkan malah ada yang tokonya tetap amburadul.
Tidak semua konsultan bisnis retail itu menguasai masalah-masalah di bisnis retail, konsultan itu ibarat dokter tidak mungkin menguasai semua permasalahan, ada spesialisasi-spesialisasinya. Jangan sampai terbuai dengan kalimat yg menjanjikan atau karena konsultan tersebut merasa sudah terkenal dimana-mana. Ada beberapa pengetahuan konsultan bisnis retail yang harus dipunyai antara lain :
Location
Store Design
Marketing & Promotion
business development
Standard Opertaing Procedure (SOP)
IT System
Bidang yang lainya yang harus dipunyai seorang Konsultan Bisnis Retail antara lain :
Semua pengetahuan tersebut ada detailnya sehingga anda perlu tahu penjabaran dari setiap pengetahuan tersebut. Kalaupun ada yang mengaku menguasai semua itu tentunya harganya selangit. Biasanya konsultan bisnis retail pertama kali bertemu/meeting dengan anda, mereka akan melakukan Presentasi awal dan akan memaparkan konsepnya terlebih dahulu.
Ada beberapa tips bekerjasama dengan konsultan bisnis retail anda diantaranya :
Cari tahu dulu background konsultan tersebut melalui Medsos (Web, IG, FB, Line) perusahaan konsultan tersebut
Tanyakan kepada konsultan bisnis retail tentang pengetahuan di bisnis retail A sampai Z.
Pernah menangani model bisnis retail apa saja Minta Portofolio mereka ( https://www.iswarin.com/portofolio/ )
Kalau perlu tanyakan siapa klien-klien yang pernah ditangani, siapa saja kliennya yang selama ini bekerja sama. ( https://www.iswarin.com/client/ )
Tanyakan ke mereka bukan hanya sucess story tetapi juga proses pada saat kerjasama dengan konsultan tersebut.
Ruang lingkup apa saja pekerjaan yang akan ditangani karena ini menyangkut biaya yang akan anda keluarkan.
Anda harus dapat membedakan antara konsultan bisnis retail dengan motivator. Konsultan bisnis retail sedikit banyak akan mengeksekusi dan terjun langsung dengan apa yang sudah menjadi konsep yang sudah dibuat untuk toko anda sedangkan motivator akan memotivasi dengan kalimat-kalimat dari mereka sehingga harganyapun tentu berbeda.
Untuk konsultan yang sudah profesional biasanya mereka punya paket lengkap untuk kemajuan toko Anda.
Sebaiknya anda evaluasi progress setiap periode tertentu (bisa tiap bulan) sesuai pekerjaan yang tercantum didalam kontrak.
Bisnis anda adalah jangka panjang, tanyakan sampai berapa lama untuk pekerjaan konsultan untuk toko anda tentunya dengan target yang pasti.
Tuangkan di dalam kontrak perjanjian kerjasama agar anda mendapatkan kepastian kapan selesainya pekerjaan tersebut.
Itulah beberapa tips dari saya jika Anda ingin menggunakan Jasa Konsultan Bisnis Retail.
Selamat milih konsultan bisnis retail. Salam Sukses
Tidak dapat dipungkiri setiap kali mendirikan Retail Modern, apapun bentuknya baik itu Supermarket, Minimarket, Apotek, Toko bahan kue, toko bahan bangunan, toko oleh-oleh, toko Roti, toko Fashion, semua itu perlu pengalaman untuk bidang masing-masing. Biasanya apabila tidak pengalaman, biasanya pemilik usaha dihadapkan pada masa coba-coba ( trial & error) yang cukup panjang. Nah, kalau seperti ini umumnya tahun pertama, kedua, bahkan ketiga perusahaan tidak untung sebab banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar biaya trial dan error. Umumnya pengusaha merasa dirinya sudah bisa padahal dalam praktek belum tentu banyak hal pernak-pernik yang tidak diketahui dilapangan itu dipahami. Oleh sebab itu banyak sekali perusahaan yang baru didirikan pada akhirnya bangkrut yang disebabkan perusahaan itu merugi, kekurangan dana, bahkan sampai ditutup karena tidak bisa bayar pada bank. Kenapa kejadian ini terjadi berulangkali ? Hal-hal yang berkaitan di bawah ini seringkali tidak dipahami :
Pemilik usaha mendapatkan barang yang kemahalan karena tidak memiliki relasi atau pengetahuan yang cukup mengenai relasi atau pemasok yang murah.
Berikutnya secara operasional detail, pemilik tidak mengetahui pernak-pernik yang menyebabkan perusahaan rugi, misalnya pemberian barcode yang salah, yang disebabkan pemilik terlalu bernafsu ingin membuka usaha secepat kilat dan menuai untung secepat kilat pula. Selain tidak ada pengalaman, juga karena bersifat mencoba-coba. Inilah biaya trial dan eror yang sering terjadi. Dan Mahal!
Pengaturan karyawan yang tidak tepat sehingga karyawan tidak bekerja maksimal karena tidak ada panduan kerja, intruksi kerja serta pengetahuan produk bagi mereka. Serta mereka miskin training sehingga karyawan keluar masuk, dan lebih bahaya lagi mereka keluar masuk dengan mencuri barang-barang perusahaan.
Sistem manajemen tidak ada, sehingga banyak kehilangan, kerja tidak efektif, biaya operasional bengkak dan tidak pada mestinya. Jadi semua ini membuat perusahaan malah terbebani. Belum lagi karyawan tidak bisa bekerja kalau tidak dibimbing oleh boss, oleh sebab itu pemilik usaha menjadi capek dan strees. Tadinya menginginkan memiliki bisnis bisa untung malah akhirnya buntung. Keadaan diatas adalah sebagian contoh yang dihadapi oleh pemilik usaha yang nekat, tanpa perhitungan atau bahkan “pelit” korbankan uang untuk membayar seorang ahli dalam membuka/set up awal suatu perusahaan. Hal ini tentu saja sangat dimaklumi, tetapi kalau membandingkan dengan investasi yang ditanamkan, biaya trial & error, biaya kegagalan, maka jika dibandingkan lebih ringan membayar seorang ahli set up perusahaan baru dari pada semua ditangani sendiri. Oleh sebab itu hindari hal ini jika perusahaan tidak ingin gagal. Kalau Ingin berhasil, pilihlah dan carilah konsultan yang bisa membantu dalam men set up perusahaan anda agar perusahaan bisa berjalan dengan baik dan menuai kesuksesan. Jangan sia-siakan waktu anda dengan mengambil keputusan terlalu panjang untuk menunda menggunakan pakar/ahli yang membantu anda. Konsultan set up bisanya sebelum bekerja akan merancang perusahan dimulai dari membuat struktur organisasi, sehingga diketahui berapa karyawan yang dibutuhkan untuk perusahaan sesuai sekalanya, agar tidak kacau perusahaan juga dibuatkan SOP, Intruksi kerja bahkan dilengkapi dengan software. Apa-apa yang dibuat oleh konsultan adalah bagian dari sistem manajemen usaha yang sedang dibangun agar perusahaan langsung jalan tanpa melalui proses trial & error cukup panjang.
Ada yg ingin di tanyakan atau ingin berkonsultasi silahkan hubungi Retailman Indonesia telp atau WA 081327649999 dan 081277159999 email : tanyaiswarin@gmail.com