CARA BARU KELOLA RITEL

Fungsi QR Code untuk mengindentifikasi sebuah benda atau pesan yang di muat pada Code tersebut, Namun QR Code dapat di Tempatkan di Poster pinggir jalan, sehingga sambil lewat, orang bisa memindainya.
QR CODE, CARA BARU KELOLA RITEL
Sebuah pernyataan menarik disampaikan dalam reportase Kevin Coupe dari Food Marketing  (FM) : Bahwa Supermarket peritel perlu segera berfikir untuk mengubah relasi mereka dengan para konsumenya. Laporan Coupe itu tak lepas dari sebuah diskusi beberapa hari lalu mengenai pengelolaan ritel.
Dalam diskusi tersebut John Rand  direktur Kantar Retail America menyatakan bahwa peritel harus mampu menyediakan informasi yang sama antara barang yang di pajang di rak dengan yang tersedia di internet.
Dengan kata lain peritel harus melakukan inovasi dalam melayani konsumen, termasuk bagaimana memberikan berbagai informasi yang dapat di akses oleh konsumen, dalam konteks ini , para peritel rasanya tak perlu berfikir keras karena sekarang sudah ada tehnologi yang di jadikan solusi , yakni (QR) Quick response Code.
QR Code adalah sejenis kode matriks atau kode Batang dua dimensiyang di kembangkan oleh Denso Wove sebuah divisi  Denso Corporation yang merupakan sebuah perusahaan Jepang dan di publikasikan pada tahun 1994 dengan fungsionalitas utama yaitu dapat dengan mudah di baca oleh penindai.
QR merupakan singkatan Quick Response atau respon cepat, sesuai dengan tujuannya yaitu untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respon yang cepat pula.
Berbeda dengan kode Batan  (Bar code), yang hanya menyimpan informasi horisontal, QR Code Mampu menyimpan informasi secara horisontal dan vertikaloleh karena itu secara otomatiskode QR dapat menampung informasi yg lebih banyak dari pada bar code.tak hanya itu QR Code juga mampu menyimpan semua jenis data, seperti data numeriks, data alpabetis, kanji, kana, hiragana, simbol dan kode biner.
Secara spesifik kode QR mampu menyimpan data numeric sampai dengan 7089 karakter, data alfa numeric sampai dengan 4256 karakter, kode binari sampai dengan 2844 Bite.
Selain itu kode QR memiliki tampilan yg lebih kecil daripada kode batang.
Di negeri asalnya Jepang, QR Code telah populer dalam penggunaan sehari-hari,, namun bagi kita penggunaan QR Code, memang belum massif.
Tercatat baru pertama kali di populerkan oleh harian Kompas.Hal ini di karenakan QR Code mampu menampung data termasuk URL, jadi begitu kita menindai, dengan perangkat molbile yg terhubung internet serta dilengkapi software penindai QR Code, maka secara otomatis kita akan di arahkan ke alamat website yg tersimpan dalam kode tersebut.
Bahkan belakangan ini kode QR dimanfaatkan untukmengoptimalkan strategi pemasaran sebuah brand ataupun perusahaan tertentu.
Bagi pengusaha ritel tehnologi ini tentu saja terbuka di gunakan baik sebagai sarana penyedia informasi, promosi, bahkan menjadi strategi baru dalam memasarkan produk.
Apalagi jika melihat untuk memanfaatkan kode ini tidaklah di butuhkan alat scan khusus. tetapi cukup dg sebuah Handphone yg mempunyai fungsi camera, memiliki akses internet, di tambah software khusus untuk membaca QR Code seperti Quick mark mobile barcode atau QR Readers yg dapat di unduh di http://dacode.mobi. penggunaan untuk materi marketing QR Code bisa di gunakan untuk mengarahkan pengunjung ke sebuah video tertentu, mengirimi mereka ke gambar di flickers, mendapatkan pengikut baru di twitter, aqtau mengarahkan mereka menuju sebuah halaman web yg telah di desain sedemikian rupa bagi perangkat mobile.
QR Code untuk konteks ini bisa pasang pada poster, brosur, selebaran, dan materi lainya.
Bisa disimpulkan bahwa QR Code, bisa memudahlkan para pengguna ponsel untuk mendapatkan informasi yg diinginkan serta memudahkan pengiklan dalam memasarkan produk atau jasanya.
Jika demikian, rasanya tak ada alasan bagi Peritel untuk tidak mencobanya .

Sumber : Ritel Idonesia

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *