Konsultan Retail

Anda punya toko? Toko Anda bermasalah? Omset nggak naik-naik? Tampilan toko kurang menarik? Karyawan tidak bekerja sesuai SOP? Laporan keuangannya amburadul? Yuk segera hubungi kami dan perbaiki toko Anda. Kami siap membantu mengembangbiakan toko Anda menjadi lebih baik lagi

Retailman Indonesia,
Solusi Mengembangbiakan Bisnis Ritel

Contacts :
0812 – 7715 – 9999
0813 – 2764 – 9999
Fanpage : Retailman Indonesia
Email : info@retailman.co.id
Website : www.iswarin.com

Posted in Berita | Leave a comment

Usaha Minimarket dan Grosir anda tidak berkembang?

Wujudkan Impian Anda Untuk Menjadi Pengusaha Dibidang Minimarket dan Grosir atau
Usaha Minimarket dan Grosir anda tidak berkembang?

Kami siap membantu dimana pun lokasi usaha anda.

* Kami mewujudkan impian anda untuk menjadi pengusaha grosir dan Minimarket profesional. Anda yang memiliki keinginan untuk mengembangkan usaha di bidang Minimarket tetapi belum menguasai atau tidak ingin terjun langsung di dalam operational Minimarket /Supermarket, jasa kamilah yang anda butuhkan. Kami menyediakan jasa konsultan untuk mewujudkan impian anda menjadi pengusaha grosir dan Minimarket dari nol hingga meraih kesuksesan bisnis grosir dan Minimarket yang saat ini sedang booming.

* Kami juga siap membantu untuk mengembangkan usaha yang sudah berjalan tapi tidak bisa menghasilkan perkembangan yang signifikan .Kesalahan dalam mengelola usaha dapat mengakibatkan usaha anda tidak berkembang bahkan menjadikan usaha anda bangkrut. Kesalahan tersebut dapat berupa persediaan barang dagangan yang tidak sesuai dengan kemauan pasar, stock barang yang tidak sesuai dengan jumlah fisik barang karena penggunaan sistem informasi yang tidak berkualitas, dan lain-lain.

Kamilah jawabannya dalam berbagai jenis usaha yang anda kehendaki di bidang Minimarket dan Grosir, Retailman Indonesia – Konsultan Minimarket.

Info lengkap WA / Telp : 081327649999 – 081277159999


Posted in Artikel | Leave a comment

Konsultan Minimarket

Konsultan Minimarket

Dalam membuka Minimarket, orang sering kali di pusingkan oleh masalah pemilihan lokasi yang cocok, bagaimana mendesign Minimarket nya, membuat promosi yang menarik untuk meningkatkan omset, membuat standard operating procedure, serta memilih software yang bagus dan sesuai dengan perkembangan bisnisnya.

Kami siap membantu investor yang ingin mendirikan :

  1. Minimarket
  2. Supermarket.
  3. Toko Bahan Bangunan.
  4. Dept Store/Factory Outlet/Fashion/Distro
  5. Toko Oleh –oleh, toko Bahan Kue
  6. Toko Buku dan Stationery
  7. Apotek atau toko modern lainya

Support yang kami berikan :

  1. Membuat Desain Toko yang modern agar lebih hidup, dan memberi kesan berbeda dengan competitor. serta membuat Lay Out yang efektif untuk memudahkan konsumen mencari product yang diinginkan pada saat berada di dalam Toko.
  2. Membantu membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB)
  3. Memberikan saran Pengadaan Peralatan Toko berdasarkan skala prioritas, dan ikut menyusun serta menata Peralatan tersebut.
  4. Membuat Rencana promosi sepanjang tahun, dan menentukan dimana  memasang peralatan Promosi dan material apa saja yg di gunakan.
  5. Menyusun Program Soft Opening sampai Launching usaha, dengan membuat program acara Grand Opening yang menarik dan terkonsep..
  6. Membuat System Management Toko Retail Modern berikut memberikan form-form pendukungnya, untuk alat control dan laporan keuangan.
  7. Menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) sederhana, akan tetapi efektif di jalankan. antara lain SOP : Tugas Harian di Toko, Penjualan, Melayani Pembeli, Penanganan hasil penjualan, Pembukaan dan penutupan Toko, Order Barang, Penerimaan barang, Pembayaran ke Supplier, Pengeluaran Kas Operasional, Display barang, dan etika Kerja.
  8. Menyiapkan Software, System Point Of Sales (POS) Kasir dan Back Office (System Akuntansi)  yang terintegrasi.
  9. Rekomendasi daftar pemasok yang qualified, unutk repeat buyer secara tunai, kredit maupun konsinyasi. Untuk product consumer good.
  10. Pemilihan barang dagangan (convenience goods) dengan pengelompokan atas fast moving dan slow moving secara proposional khusus untuk Product Consumer good
  11. Penyusunan serta Penataan barang sesuai Category Product (Membantu bagaimana cara menyusun atau  Mendisplay barang yang benar)).
  12. Membantu Rekruitmen, dan memberikan pelatihan kepada Sales Person, bagian Administrasi  dan kepala toko, bagian Pembelian, bagian Gudang dll serta membuat susunan struktur organisasi (disesuaikan dg kebutuhan toko), termasuk membuat job description-nya untuk masing masing jabatan.
  13. Mengoperasikan toko  pada tahap awal
  14. Memberikan Konsultasi management toko selama perjanjian kerjasama.
  15. Membantu menyiapkan Laporan keuangan seperti Rugi Laba dan Neraca selama masa  perjanjian.

Hubungi Kami :

PT. Retailman Indonesia Mandiri

Telpon : 081327649999 – 081277159999

WA : 08127715999 – 081372649999

Alamat Kantor :

Jl. Udan Riris III No. 52 Tlogosari, Semarang 

Posted in Artikel | Leave a comment

Mendirikan Minimarket

Mendirikan Minimarket

Presentation atau Display Barang

Presentation (tampilan pajangan) barang, yang anda pahami  ketika memajang barang (merchandising) adalah paduan pekerjaan seni dan ilmu pasti

  • Memakai aspek seni karena memajang barang memperhitungkan aspek estetika yang dilihat dari ukuran barang, type packaging warna, dsb.
  • Sedangkan dari sisi ilmu pasti adalah bagaimana kita bisa menempatkan produk dengan benar (jumlah, pilihan itemnya, dsb), sehingga bisa di dapat sales dan profit  yang optimal.

Apa saja yang harus dilakukan ketika memajang barang:

  • Barang yang dipajang harus dalam keadaan bersih. 
  • Menggunakan sitem FIFO atau First in First out, menggeser produk yang lama kedepan, kemudian menambahkan barang yang baru di bagian belakang.

Prinsip pemajangan produk

Perihal yang harus di pertimbangkan dalam prinsip pemajangan :

  • Kemasan besar umumnya diletakan pada shelves bawah, kemasan kecil diletakan pada shelves bagian atas
  • Pemajangan berdasarkan harga termahal ke harga yang ekonomi, diatur dari kiri ke kanan

Teknik pajangan/display yang baik

Beberapa teknik memajang produk agar penampilan secara keseluruhan dari tempat pajangan terlihat baik :

  • Vertikal Display
    • Horisontal Display
    • Blocking display
    • Mix display

Aturan dalam pemajangan :

  • Facing up
    • Lining up
    • Pajangan berdiri tegak
    • Pajangan tanpa celah dan ruang kosong
    • Merk produk terbaca jelas
    • Peletakan pajangan sesuai dengan merk yang tertulis

Contoh Display

Vertical Display. Pemilihan produk yang variatif dan diatur berdasarkan tatanan warna kemasan

Ukuran kemasan serta peletakan yang tepat membuat keputusan berbelanja secara emosional dapat terjadi.

Horisontal Display. Untuk Tehnik ini dapat di terapkan untuk category yang variasi range dan itemnya kecil.

Blocking Display, pemajangan dengan cara menumpukan produk agar tinggi. Produk sejajar satu sama lainya dan berdampak rapi & penuh

Line Up Display. Produk sejajar pada bibir shelf gondola, pajangan tampak, rapid an jelas terbaca.

Maximum Space Alocation, memaksimalkan pajangan dengan area terbatas.

Facing Up Display, Semua Produk menghadap kemuka dan merk produk terbaca dan terindentifikasi dengan jelas.

Jarak Pajangan yang baik adalah jarak antara Shelving mesti di atur dengan maximum 5 cm atau sama dengan 2 jari tangan antar shelving

Posted in Berita | Leave a comment

Minimarket

Minimarket adalah sebuah toko pelayanan mandiri yang menawarkan berbagai macam makanan dan barang dagangan keperluan rumah tangga, terorganisir ke dalam beberapa Departemen. Minimarket lebih kecil dalam ukuran bila dibandingkan Supermarket atau Hypermarket.

Minimarket secara tipikal barang yang di jual meliputi susu segar, Minuman ringan, Snack dan barang-barang kebutuhan rumah tangga. Di Area penjualan, di sediakan rak untuk barang-barang kemasan kaleng, juga tersediaa untuk berbagai item produk nonfood seperti Bahan pembersih untuk keperluan rumah tangga, Obat2an ringan, dan makanan binatang peliharaan. Sebagian besar Minimarket juga menjual berbagai produk rumah tangga lain yang dikonsumsi secara teratur, seperti minuman Ringan dari minuman dingin sampai minuman Panas, Produk Pembersih, obat2an, pakaian, dan masih banyak lagi produk non food lainya. Minimarket di kota menduduki sebagian besar di jalan utama atau perumahan padat penduduk, dan ada beberapa yang letak dekat satu wilayah hunian untuk menyenangkan dan memberi kemudahan kepada konsumen. Selain itu harga yang murah, ketersediaan produk dan pemilihan produk unggulan sebagai daya tarik lainya. Keuntungan-keuntungan lain antara lain mempunyai halaman parkir luas, kenyamanan lain adalah jam operasionalnya yang panjang atau bahkan 24 jam per hari.

Minimarket biasanya menganggarkan pengeluaran untuk promosi seperti pasang iklan di Social Media, penyebaran brosur dan promosi lainya. Selain itu display yang menarik di rak2 yang ada di area penjualan adalah bagian yang tak terpisahkan atau sudah menjadi mata rantai. Persaingan Minimarket lain terletak di sekitar area yang sama, justru akan meningkatkan peluang untuk skala ekonomi di daerah itu. Minimarket biasanya menawarkan produk dengan harga rendah dengan cara mengurangi biaya operasional mereka. Produk Tertentu (seperti makanan pokok : beras, minyak goreng, susu dan gula) adalah dijual sebagai harga umpan, dengan margin O – 5 % atau bahkan minus. Untuk memenage keuntungan Minimarket mengejar volume penjualan secara keseluruhan, sehingga volume penjualan lebih tinggi dan margin tetap dapat di pertahankan pada posisi yang diinginkan perusahaan, Pelanggan biasanya berbelanja dengan cara menempatkan barang dagangan terpilih mereka ke dalam keranjang belanja dan membayar barang dagangan di pintu keluar atau di counter kasir yang disediakan. Sekarang, banyak rantai Minimarket (Minimarket Chain) sedang mencoba untuk mengurangi biaya tenaga kerja dengan cara bergeser kepada pelayanan mandiri, dimana satu karyawan tunggal bisa mengawasi area sales yang lebih luas.

Posted in Berita | Leave a comment

Mendirikan Minimarket

MENDIRIKAN MINIMARKET

MARKETING & PROMOTION Bagian 2

2. PRICE

MENETAPKAN HARGA JUAL

Filosopi menetapkan harga jual “Mereka berbelanja karena keadaan mendesak.  Mereka menyukai lokasi yang dekat, jam buka yang panjang, Pelayanan yang ramah dan harga yang murah”.

Bagaimana  Proses perhitungan harga jual ?

Perhitungan dalam menentukan harga jual dapat dilakukan berbagai cara:

  1. Menghitung semua komponen biaya + target profit

Harga Jual = COGS/unit + operating cost/unit + profit/unit =100%

Tips untuk meghitung operating cost :

Jumlahkan semua biaya operasional = a

Estimasikan total jumlah penjualan = b

Operating cost = a/b persamaan ini akan menghasilkan biaya operasi sebagai… % dari harga jual.  Masukkan nilai ini ke dalam persamaan di atas.

Unsur biaya operasi sebagai pertimbangan dalam menentukan harga jual suatu produk :

  • Unsur-unsur berikut ini dapat dimasukkan pada saat menghitung harga jual:
    • Biaya-biaya pembungkus dan biaya pelayanan
    • Biaya pembelian dan penerimaan
    • Biaya pemrosesan kartu kredit
    • Biaya iklan
    • Biaya asuransi
    • Dan lain-lain
  • Yang perlu anda ingat strategi harga murah hanya BERHASIL jika retailer benar-benar dapat membuat PROFIT!!!
  • Mengikuti Saran harga dari pabrik
  • Pada saat ini kebanyakan konsumen menginginkan harga reguler di bawah dari harga yang disarankan oleh pabrikan, dengan demikian banyak peritel tidak lagi menggunakan saran harga dari pabrik dalam menetapkan harga jual reguler mereka.
  • Saran harga jual pabrikan tetap sangat berguna bagi peritel, dan ini mereka gunakan untuk menghitung besarnya markup.
  • Pada umumnya apabila pabrikan menawarkan saran harga jual, peritel langsung dapat menghitung markup dari nilai pokok.  Apabila ternyata aktual harga jual konsumen lebih rendah dari saran pabrikan, peritel dapat menawar kepada pabrikan sebesar markup tersebut, dengan demikian  peritel mungkin ada dalam posisi tawar yang lebih tinggi dari pabrikan.
  • Harga yang “fair”

kata “fair” selalu menunjukkan total value yang ditawarkan peritel.  Arti kata “fair” dipandang dari perspektif yang berbeda:

  • consumer perspective: harga yang murah haruslah cukup rendah sebagai pengganti dari terbatasnya pilihan dan layanan; untuk up-scale store, tingkat pelayanan dan pilihan merk haruslah sepadan dengan harga yang mahal
    • retailer perspective: “fair” berarti harga-harga harus mencerminkan struktur biaya operasi perusahaan yang memungkinkannya untuk mencapai profit yang cukup memuaskan.

à Agar berhasil, kedua hal tersebut harus menjadi pertimbangan

Price +              Pilihan barang +   Customer Service +  Store Atmosphere = COGS +            Operation Cost + Expected Profit

Customer’s value                                             Retailer’s value

4. Melihat harga pesaing

  • Jika peritel menetapkan harga tanpa melihat harga-harga pesaing, maka pandangan peritel tersebut sangat sempit.  Peritel seperti ini cenderung kehilangan pelanggan.

Penetapan harga haruslah mengacu pada dua hal berikut:

  • Absolute prices adalah harga aktual yang ditetapkan oleh peritel, mengacu pada biaya-biaya dan profit yang diharapkan.
  • Relative prices menunjukkan harga peritel dibandingkan pesaing ; selisih antara absolute and relative prices haruslah didasarkan pada value.
  • Reaksi peritel terhadap harga pesaing tergantung kepada Value yang ditawarkan; VALUE HARUS SAMA ATAU LEBIH TINGGI DARI PESAING.
Posted in Berita | Leave a comment

Mendirikan Minimarket

MENDIRIKAN MINIMARKET

MARKETING & PROMOTION BAGIAN 1

Anda masih ingat tulisan saya mengenai bagaimana mendirikan Minimarket?, di tulisan sebelumnya sudah saya jelaskan bagaimana cara memilih lokasi yang cocok dan mendesain toko, pada kesempatan ini saya akan  mengupas elemen penting yang ke tiga yaitu mengenai Marketing & Promotion (Marketing dan Promosi).

Apa saja yang akan di bahas mengenai marketing dan promosi? pertama yang akan dibahas adalah bagaimana anda meilih produk, kedua menetukan harga jual, ketiga mem-presentasikan atau memajang barang yang di jual, dan yang ke empat adalah Melakukan promosi, saya biasa menyebutnya dengan istilah 4 P.

  1. Product
  2. Price
  3. Presentation
  4. Promotion
  1. PRODUCT

Sebelum Anda menentukan produk apa yang harus anda jual di toko anda sebaiknya saya jelaskan dulu mengenai :

Category Hierarchy, Definisi kategori hirarki adalah  kumpulan produk yang dikelompokan kedalam masing-masing kategori yang mana setiap kategori produk merupakan unit bisnis, tujuannya agar semua bisnis unit dapat dimanajemeni dengan baik sehingga  memenuhi “Key performance indicator” untuk masing-masing kategori sehingga dapat memenuhi target perusahaan secara keseluruhan. Dan Category hierarchy terbagi atas :

  1. Kode departemen
    1. A. Nama departemen
    1. B. Kategori
    1. C. Sub – kategori
    1. D. Kode PLU, Barcode, Nama barang

Apa Category Definition?

Definisi kategori adalah menggambarkan area/scope dari kebutuhan kategori yang dijabarkan. Definisi kategori harus dapat memenuhi kebutuhan konsumen juga tujuan perusahaan

Hal yang diperhatikan dalam menentukan definisi terhadap masing-masing kategori :

  • Menentukan “Shopper need states” dari masing-masing kategori
    • Hubungan antara kategori dengan kategori lainnya
    • Hubungan antara kategori dengan sub-kategori
    • Menentukan “decision tree” dari masing-masing kategori

Pentingnya peran kategori

  1. Apakah kategori produk sudah memberikan kesan komplit?
  2. Apakah kategori produk sudah sesuai target market?

Beberapa peran kategori dan dampak terhadap konsumen yang berebelanja ke toko

  1. Tobacco Category produk yang berdampak terhadap konsumen untuk berbelanja ke dalam toko
  2. Fountan Drink Category produk yang menciptakan target market tertentu (Limited market) untuk berbelanja
  3. Groceries Category produk yang berdampak terhadap konsumen untuk berbelanja ke dalam toko
  4. Beverage Category produk yang berdampak terhadap konsumen untuk berbelanja ke dalam toko
  5. Milk Category produk yang dibeli secara rutin dalam frekuensi tertentu di hampir semua retailer
  6. Health & Beauty Category produk yang dibeli secara rutin dalam frekuensi tertentu di hampir semua retailer
  7. General Merchandise Category produk yang menciptakan target market tertentu (Limited market) untuk berbelanja
  8. House Hold Category produk yang dibeli secara rutin dalam frekuensi tertentu di hampir semua retailer
  9. Services Category produk yang menciptakan target market tertentu (Limited market) untuk berbelanja
  10. Food Services Category produk yang dibeli secara rutin dalam frekuensi tertentu di hampir semua retailer

dan anda bisa menambahkan Category sesuai dengan konsep toko nya.

Jadi Prinsip pemilihan produk yang paling mendasar adalah :

  1. Produk yang dipilih sesuai dengan kebutuhan konsumen;
    1. A. Menetapkan philosophy kategori berdasarkan category definition
    1. B. Menentukan kategori dan sub-kategori bahkan sub-sub kategori yang ada kaitannya dengan definisi kategorinya
    1. C. Menentukan produk/item berdasarkan manufacture
  2. Memperhatikan peningkatan inventory berbanding sales
  3. Mengetahui besarnya space yang dialokasikan untuk setiap kategori
  4. Pemilihan supplier/distributor yang tepat termasuk service level, TOP dan kondisi trade lainnya yang diberikan.

Posted in Berita | Leave a comment

Minimarket Palugada

MINIMARKET PALUGADA

Sering kali orang bingung pada saat akan memulai buka usaha atau membuka Minimarket.
Pertanyaannya anda pingin Minimarket yang sepesialisasi atau yang Palugada (apa lu mau gua ada)?

Saya mencoba mengamati bisnis-bisnis skala kecil dan besar yang ada di sekitar kita. misalkan rumah makan Padang, boleh di bilang hampir semua orang yang membuka rumah makan padang sukses, bahkan sebagian sudah menjadi bisnis besar dan di Franchisekan seperti  RM Padang “Sederhna”.
Bisnis rumah makan Padang kalau saya bilang bisnis rumah makan Palugada, kenapa? coba kita amati yang mereka jual  semua aneka lauk pauk ada, mau ynag pedas ada, mau yang gak pedas ada, mau ayam pop ada, ayam goreng ada, ikan ada, mau daging ada, mau sayur ada mau sop ada.
Nah coba sekarang kita di posisi sebagai konsumen, pada saat pingin makan tapi bingung mau makan apa, pasti kita akan ke rumah makan padang, kenapa? karena ya tadi itu banyak pilihan dan cepat.
Lain halnya coba kita buat rumah makan yang masakannya spesial SOTO, misalkan soto Medan, sudah di pastikan bahwa orang yang mau makan ke tempat tersebut ingin makan soto, karena tidak ada pilihan makanan yang lain.  berarti target konsumenya lebih sedikit, tidak semua orang makan soto, dan beberapa orang punya kecenderungan untuk menghindari makanan yang bersantan.dll.
Tapi kenapa ada rumah makan yg jual soto saja  kok rame?, ya karena pertama sotonya enak,kedua sudah lama buka dan sudah dikenal orang bertahun tahun. Tapi sekarang coba kita amati semua penjual soto yang ada di sekeliling kita berapa banyak dan apakah semua rame?
Jika Anda pingin masuk di bisnis yang sepesialisai harus punya keistimewaan dan benar-benar beda dengan yang sudah ada, kalau masakan, ya harus masakannya yang benar-benar enak dan sepesial, namun kalau tidak punya keistimewaan apa apa sebaiknya bisnis Palugada saja lebih siip.
Contoh Palugada di bisnis retail misalnya Supermarket, tadinya orang masih berfikir spesialisasi, kalau bisnis minimarket ya jual dan kebutuhan sehari hari. contoh lain adalah Dept Store, yang khusus menjual Pakaian. Mereka sukses? betul mereka sukses dan menguasai pasar beberapa tahun yang lalu. Terus contoh Palugadanya apa? Hypermarket ya Hypermarket adalah bisnis retail Palugada, coba kita lihat apa saja yang mereka jual, dari tusuk gigi sampai barang electronik yang paling mahal dia jual, akhirnya banyak Supermarket dan Dept Store pada tumbang kita pasti pernah dengar Goro, Makro, Alfa gudang rabat, Mega retail, Metro swalayan, Lotus, Roberta, Rimo, Super bazaar dan masih banyak lagi. Ya mereka kena imbas masuknya bisnis palugada seperti Carefour, Giant, Wall Mart, Hypermart, Lotte Mart. wah kalau itu sih bukan Palugada tapi one stop shoping, ya itu kan hanya istilah orang aja, gitu aja kok repot.
Terus bagaimana dengan bisnis retail skala kecil seperti minimarket? gak masalah sebenarnya bisnis inipun bisa di konsep Palugada, jadi hilangkan persepsi orang bisnis minimarket ya sama dengan  jualan sembako, ya kita bikin aja seperti hypermarket tapi skala kecil, dengan cara itemnya nya yang kita kurangi tapi category poduct nya tetap, misalkan selain sembako dan kebutuhan sehari-hari , kita tambahkan lagi sayuran, daging atau Frozen Food,  minuman dingin, minuman panas, pulsa, hp, electronic, toys, pakaian, accesories, tempat pembayaran dll layaknya seperti konsep Hypermarket.

Siap bikin Minimarket serba ada alias Palugada? Ok, salam Sukses Dunia Akhirat

Iswarin Retailman

http://www.iswarin.com/
Posted in Berita | Leave a comment

Mendirikan Minimarket

MENDIRIKAN MMINIMARKET

Pada saat anda memutuskan untuk mendirikan bisnis ritel ada 5 (lima) elememen  penting yang harus di pahami,   5 elemen tersebut adalah :

  1. Location, Bagaimana Anda memilijh lokasi yang cocok untuk bisnis Anda.
  2. Store Design, Bagaimana Anda men design store agar lebih hidup.
  3. Marketing/Promotion, Bagaimana memilih product, menetapkan harga dan membuat promosi yang tidak ada habisnya.
  4. SOP (Standard Operating Procedure), Bagaimana Anda membuat SOP sederhana akan tetapi efektif di jalankan.
  5. IT  (Information Technology), Bagaimana Anda memilih Software terbaik yang cocok untuk bisnis Anda.

Dalam tulisan edisi sebelumnya saya sudah membahas mengenai bagaimana Anda memilih lokasi yang cocok untuk bisnis Anda, Dan kali ini saya akan membahas mengenai Store Design (Desain Toko).

Store Design merupakan strategi penting untuk menciptakan suasana berbelanja yang berbeda, sehingga pelanggan mendapatkan sebuah pengalaman berbelanja yang baru, serta membuat pelanggang merasa betah berada di dalam toko, Masih banyak peritel yang beranggapan bahwa desain toko tidak penting, yang penting kata mereka adalah harga yang murah, saya pernah tanyakan di beberapa kali acara workshop saya kepada para peserta “Anda lebih senang berbelanja di toko yang pentaannya rapi desain tokonya bagus dan harga nya murah atau toko yang acak-acakan tokonya tidak menarik tapi harganya murah”

Jawaban dari semua peserta adalah lebih senang belanja di tempat yang rap,i bersih, tokonya bagus dan harganya murah.

Store Design dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan keinginan pelanggang, yang sudah barang tentu bertujuan untuk kepuasan pelanggan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat membuat desain toko :

  • Berbeda – Unik
  • Menggunakan tema
  • Ada Hiasan gambar atau symbol
  • Pajangan yang Menarik
  • Warna Gedung/Toko Menarik

Untuk dapat mewujutkan hal-hal tersebut diatas,  ada 5 (lima) langkah yang dapat dilakukan agar desain toko Anda menarik :

  1. Store Front
  2. Lay Out
  3. Image
  4. Trend.
  5. Budget.
  1. Store Front.

Desain eksternal yang menunjukan ciri khas dari toko anda, baik berupa bentuk atau gaya, struktur maupun warna gedung. Toko kecil seperti minimarket yang saat ini kita jumpai hampir semua sama, sehingga kita sulit membedakan satu sama lain, yang membedakan hanya nama tokonya saja. Bagaimana agar toko anda berbeda? Pertama adalah warna gedung, pilihlah warna yang menyolok dan berbeda dengan competitor di sekitar toko Anda, Kedua Anda bisa buat bentuk tampak bangunan bagian depan yang berbeda, Anda bisa tonjolkan sesuatu yang menurut Anda unik, ketiga Anda bisa pasang papan merk toko (neon Box) anda yang berbeda dengan kebanyakan yang sekarang ada.

  • Lay Out.

Lay Out (Denah) toko yaitu menentukan penempatan meja kasir, rak-rak besi, chiller, frezer,  produk dan jalur lalu lintas orang di dalam area toko. Tujuan nya adalah agar memberikan kemudahan kepada konsumen untuk memilih dan memutuskan untuk membeli (Easy Selection & Easy Decision), Memudahkan konsumen masuk dan keluar toko (Easy to get in & Easy to get out), dan kemudahan membayar di kasir (Easy to pay)

Penempatan Meja kasir untuk minimarket sebaiknya di letakan di bagian sisi sebelah kanan dimana konsumen masuk, tempatkan produk-produk yang dicari konsumen di bagian belakang dan produk impulse (produk yang tidak direncanakan pembeliannya oleh konsumen) di bagian depan kasir atau di tempat yang mudah terlihat oleh konsumen.

  • Image.

Image (Gambar atau hiasan toko), untuk menciptakan Store Atmosphere (suasana toko) yang unik, berbeda dan nyaman. Store Atmosfer dapat  diperoleh dari : tema desain toko, papan nama, bentuk ruangan, warna cat di dalam toko dan hiasan/tulisan yang ada di dalam toko.

Hal ini dibuat bertujuan untuk memikat dan membuat konsumen nyaman selama berada ditoko. Atmosfer toko ini berperan penting pada saat konsumen memilih barang-barang belanjaan mereka. Anda dapat memasang papan nama seperti Pole Sign di sisi jalan depan toko dan Neon Box menempel di  bangunan bagian depan (store front) yang tentunya sudah di sesuaikan dengan tema desain tokonya. Dibagian dalam toko (Store Interior) anda bisa tempatakn beberapa Atribut hiasan seperti Header di atas rak-rak dan gambar-gambar yang menarik di dinding yang kosong, sehingga secara keseluruhan toko Anda nampak menarik karena tidak terlihat dinding kosong (Plain).

Contoh : Pole Sign dan Neon Box

Contoh : Header/hiasan gambar

  • Trend

Trend yang saya maksudkan disini adalah perkenmbangan toko ritel yang ada di Indonesia, jadi sebelum anda memutuskan untuk mendesain toko anda sebaiknya anda amati desain toko yang sedang trend saat ini di Indonesia. Ada beberapa toko modern yang saat ini sedang trend diantara seperti Alfa mart, Indomaret, Circle K, Seven Eleven, Star mart, Yomart. Coba anda mereka punya ciri khas sendiri, baik dari tampilan toko maupun warna yang di tonjolkan.

  • Budget

Budget (Anggaran Biaya) tentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan anda, banyak orang beranggapan bahwa dengan desain yang wah itu memerlukan anggaran yang besar itu menurut saya tidak benar, karena anda dapat mensiasatinya dengan bahan yang murah yang penting desain anda tetap unik dan berbeda dengan competitor. Dan perlu saya ingatkan kembali adalah siapa target market Anda, karena jangan sampai anda membuat desain yang terlalu mewah tapi dilokasi yang penduduknya tidak sesuai dengan target market Anda.

Posted in Berita | Leave a comment

Mendirikan Minimarket

Mendirikan Minimarket

IT (INFORMATION TECHNOLOGY)

Elemen ke 5 yang tidak kalah penting dalam mendirikan bisnis ritel adalah IT ( Informatioan Technology).

Diawal tahun 1980an EPOS (Electronic Point Of sales ) mulai di kenal di Inggris, dan di harapkan akan menjadi populer dengan cepat di Supermarket-supermarket, namun kenyataannya baru 5 tahun kemudian EPOS baru mulai banyak di pakai dan di kenal, Menurut ANA ( Article Numbering Association) pada tahun 1987 baru sekitar 1000 toko yang menggunakan sacnner, itu lebih di sebabkan karena tidak ada dana untuk pengadaan Scanner dan paket perangkat lunak yang di butuhkan. Lagi pula persentase barang yang telah di beri barcode oleh produsen bahan makanan baru mencapai 70 %. Itu adalah sedikit gambaran sejarah perkembangan mengenai tehnologi informasi ritel modern.

Pada saat ini peritel skala besar maupun kecil  sebaiknya sudah harus menggunakan tehnologi informasi EPOS. Mengapa? 

Electronic Point of Sale System (E-POS) merupakan salah satu peralatan yang paling penting dalam operasional toko anda.  Sistem ini akan mencatat semua transaksi dan menyimpanan uang kas hasil penjualan sementara waktu.  Sangatlah penting apabila peralatan ini dioperasikan dengan benar, agar laporan penjualan harian dapat dibuat dengan tepat.  Setiap karyawan harus diberikan pelatihan yang cukup mengenai semua prosedur-prosedur dalam mesin EPOS.  Karyawan juga harus dapat mengoperasikannya dengan cepat dan efisien, serta mampu melakukan berbagai transaksi yang terdapat dalam mesin POS.

Berbagai Fasilitas Pada Mesin E-Pos

Dengan E-POS System akan membantu memaksimalkan efisiensi pekerjaan Sales person dan Store Manager.  System tersebut akan terintegrasi sehingga mampu menerbitkan laporan manajemen yang lengkap. 

Keuntungan Menggunakan E-Pos

Berikut ini adalah berbagai keuntungan yang diperoleh jika menggunakan E-POS:

  • Mengurangi jumlah kehilangan inventory
  • Mengurangi kekurangan uang penjualan
  • Mengurangi biaya karena penggunaan telepon
  • Mempercepat pelayanan kepada pelanggan
  • Mengurangi waktu yang diperlukan oleh store manager untuk mengumpulkan dan menginput data, sehingga store manager memiliki lebih banyak waktu di store dan bertemu dengan para pelanggan
  • Memudahkan store manager dalam mengatur jadwal kerja karyawan
  • Mengurangi jumlah peralatan yang terdapat di atas counter, sehingga tersedia lebih banyak space
  • Memungkinkan melakukan tracking penjualan utnuk laporan marketing.
  • Memberikan flexibilitas lebih bagi store manger untuk bekerja dengan para karywan store
  • Memudahkan Sales Person  pada waktu berhadapan dengan pembeli
  • Mengurangi penggunaan kertas-kertas atau form-form
  • Memungkinkan pelaksanaan training di store

Didalam system ritel modern biasa modul EPOS di bagi menjadi 2 bagian.

  1. Point of Sale (POS) atau banyak orang menyebutnya mesin kasir.
  2. Back Office System (BOS)  atau biasa disebut sitem administrasi toko..

Meskipun  modul tersebut di bagi menjadi 2 bagian namun pada kenyataannya kedua modul tersebut tidak dapat di pisahkan karena satu sama lain merupakan satu kesatuan, dipisahkan disebabakan hanya lebih bersifat untuk memudahkan pengoperasian dan pembagian tugas antara bagian kasir dan administrasi.

Kini saya akan menjelaskan modul apa saja yang seharusnya ada pada POS kasir maupun Back Office..

Modul POS kasir harus dapat melakukan:

  1. Penjualan dengan scanner, jika produk tidak ada barcodenya penjualan bisa dilakukan dengan mengetik kode barang ataupun dengan memanggil nama barang tersebut.
  2. Transaksi penjualan Tunai dan kredit, selain itu juga dapat menrima pembayaran dengan kartu debit maupun kartu kredit.
  3. Retur penjualan, ini biasanya terjadi kesalahan pembelian dan konsumen ingin mengembalikan barang tersebut. Dengan alasan tertentu.
  4. Copy Nota, konsumen ingin meminta ulang nota/struck pembelian, karena nota yng pernah di berikan oleh kasir hilang atau untuk keperluan lainya.
  5. Potongan harga atau discount kepada konsumen sesuai program promosi yang sedang dijalankan..
  6. Harga bejenjang, bisa harga satuan (pcs), harga kelipatan misalkan kelipatan  6, 12 dan seterusnya, dapat juga harga barang per Box atau per Karton.

Modul Back Office, menu-menu penting yang harus dapat :

  1. Menyimpan data barang tidak terbatas.
  2. Mengeluarkan pemesanan barang secara otomatis. (Purchase Order)
  3. Mencetak label harga jual (price tag).
  4. Mutasi barang antar toko, mengantisipasi untuk pengembangan toko berikutnya.
  5. Melakukan Stock Opname berjalan.
  6. Hak akse dengan login usernbame dan  Password, level akses per menu.
  7. Mengeluarkan  laporan-laporan yang dibutuhkan seperti :
  8. Laporan analisa penjualan, omset penjualan, perhari, perminggu, perbulan  dan pertahun.
  9. Laporan Hutang, Piutasng, pembayaran hutang dan terima piutang
  10.  Laboran Jornal, Rugi laba, Neraca dan perubahan modal.
Posted in Berita | Leave a comment