Pemasaran Retail

MARKETING & PROMOTION

Melanjutkan tulisan saya minggu lalu mengenai Pemasaran dan Promosi, anda masih ngat  istilah 4 P?

1.    Product (Produk)

2.    Price (Harga)

3.    Presentation (Pemajangan)

4.    Promotion (Promosi)

Kali ini saya akan bahas mengenai Promosi, banyak orang bisa membuka bisnis ritel, tapi setelah buka mereka tidak melakukan apa-apa, mereka hanya menggantungkan kepada keadaan yang terjadi, misalkan  toko nya rame ya syukur rame, kalau tokonya sepi ya sudah sepi mau diapakan lagi. Sebenarnya sudah menjadi keharusan untuk peritel kalau mereka sudah membuka usahanya ya harus melakukan promosi, Meskipun  tokonya sudah rame saya tetap sarankan untuk melakukan promosi apalagi yang tokonya sepi.

Ada  beberapa hal yang akan saya bahas mengenai Promosi :

1.    Apa tujuan melakukan promosi?

2.    Bagaimana proses promosi dilakukan?

3.    Apa dan bagaimana material promosi di pasang?

4.    Bagaimana mengukur keberhasilan atau efektifitas dari promosi yang dilakukan?

Apa tujuan promosi?

•      Konsep utama dari industri retail adalah volume penjualan, artinya margin secara %tase boleh lebih kecil namun dengan volume yang besar, margin rupiah akan besar pula.

•      Retailer melakukan kegiatan promosi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan penjualan secara langsung

•      Selain itu promosi juga merupakan alat guna menciptakan image tertentu dibenak konsumen

•         Secara “common” Aktivitas yang dibuat bertujuan agar customer bersedia untuk membeli lebih banyak, atau mengarahkan customer untuk membeli produk tertentu.

Umumnya tujuan promosi didekatkan dengan kebiasaan dari konsumen melalui ;

1.    Promosi “cognitive” Pikiran  ;

–     Merubah pikiran konsumen melalui kegiatan promosi yang dibuat dengan memberikan informasi bagi konsumen yang mempunyai suatu fasilitas yang dapat digunakan dengan penawaran khusus;

–     Tujuan nya untuk menarik konsumen yang potensial

2.    Promosi “Affective” Emosional;

–     Promosi yang membuat perasaan dan kebiasaan konsumen berubah melalui kegiatan yang secara tidak langsung dirangsang melalui emosionalnya konsumen

–     Tujuan nya  untuk menjaga konsumen yang loyal

3.    Promosi “Conative” Motif;

–     Kegiatan promosi yang dibuat untuk merangsang konsumen atau secara langsung memotivasi konsumen untuk membeli

–     Tujuan nya untuk meningkatkan meningkatkan “customer traffic” dan sales

Element Promosi

1.    Advertising Model non-personal komunikasi yang dilakukan diluar toko tetapi melalui media masa yang dapat dilakukan melalui dukungan sponsor

2.    Publicity Model non-personal komunikasi yang dilakukan melalui media masa dimana waktu dan tempat yang disediakan tidak perlu dibayar dan tidak ada dukungan sponsor secara komersil

3.    Personal selling Komunikasi secara langsung kepada konsumen dengan tujuan terjadinya transaksi penjualan

4.    Sales Promotion kegiatan marketing untuk dapat secara langsung meningkatkan penjualan melalui kegiatan “consumer stimulate” (display, contests, coupon dsb)

Keuntungan

–     Seringkali menjadikan konsumen “lapar mata”

–     Adanya tema dan alat promosi sangat menyenangkan “atmosphere” store

–     Konsumen dapat menerima sesuatu “value” seperti; coupons, harga atau calendar (gimmick)

–     Dapat membantu meningkatkan traffic bagi loyaltynya konsumen

–     Pembelian produk impulse dapat meningkat

–     Konsumen dapat sesuatu yang menyenangkan, secara terus menerus dengan adanya kegiatan promosi ; kontes, free produk dsb

Jenis promosi

•      Point of purchase ;

–     Window, floor and counter display yang dapat mengingatkan konsumen dan merangsang pembelian produk impulse (kadang semua material tersebut di supply pabrikan)

•      Contests ;

–     Konsumen membeli produk dengan sesuatu nilai dan dapat mengikuti permainan seperti; puzzle, lotre sepak bola,kupon bioskop 21

•      Sweepstakes ;

–     Hampir sama dengan contest, tetapin konsumen memerlukan pengisian formulir  untuk memenangkannya dan pemenang akan diundi (tidak memerlukan keahlian)

•      Coupons ;

–     Retailers melakukan advertising diskon khusus bagi konsumen untuk mengembalikan kumpulan potongan kupon dan ditukarkan kepada retailer

•      Frequent – shopper program

–     Konsumen mendapatkan “collecting stamp” sebagai poin berdasarkan nilai pembelian tertentu. Poin tersebut dikumpulkan dan ditukarkan dengan barang atau jasa

•      Prizes ;

–     Hampir sama dengan frequent program, tetapi jenis “prizes” ini memberikan langsung hadiah untuk pembelian nilai tertentu

•      Samples ;

–     Free produk yang diberikan kepada konsumen secara Cuma-Cuma

•      Demonstration ;

–     Demo suatu kegunaan atau kelebihan suatu produk

•      Referral gifts;

–     Hadiah yang diberikan apabila konsumen membawa konsumen baru

•      Special events;

–     Pameran pada suatu peluncuran produk (fashion show, peluncuran buku dsb)

•      Retailer present;

–     Retailer mengeluarkan matchbooks, pulpen,kalendar perusahaan yang diberikan kepada konsumen (bisa di jual maupun diberikan secara Cuma-Cuma)

Matrix promosi

  1. Pembelian produk A harga murah
  2. Beli produk A gratis gimmick
  3. Beli produk A gratis produk B
  4. Beli produk A dapat produk B harga lebih murah
  5. Beli produk A+B gratis C

Bagaimana proses promosi dilakukan?

Secara umum bagan promosi dapat di rencanakan melalui tahapan berikut

•      Kegiatan promosi dapat berjalan sempurna,bila perencanaan yang dibuat melalui proses yang baik dan benar.

•      Adapun proses detail dari perencanaan promosi yang harus dilakukan sebagai berikut;

–     Menentukan waktu dan periode promosi

–     Membuat tema promosi akan membantu memudahkan dalam menentukan produk yang akan dipromosikan

–     Menentukan pilihan produk yang akan dipromosikan

–     Membuat mekanisme dari produk yang sudah ditentukan

–     Menghubungi vendor untuk berpartisipasi dalam dukungan kegiatan

–     Melakukan negosiasi berdasarkan mekanisme promosi yang akan dilakukan

–     Menentukan material promosi yang akan digunakan

–     Membuat perhitungan secara biaya dan estimasi penjualan

–     Review hasil kegiatan promosi diakhir periode

Apa dan bagaimana material promosi dipasang?

•      Peritel, tidak memandang besar atau kecil, haruslah mengiklankan harga-harga mereka.  Walaupun peritel besar memiliki kemampuan yang besar untuk mengiklankan harga di media seperti TV, Radio dan koran-koran, juga tersedia banyak pilihan untuk peritel kecil seperti misalnya:

–     Peritel dapat secara konsisten menggunakan satu bagian dari jendela depan (sehingga konsumen dapat segera terbiasa dengan informasi ini)

–     Peritel juga dapat menggunakan display khusus di dalam store; biasanya pabrikan/supplier bersedia membantu

–     Menggunakan media mingguan lokal, dengan pembaca yang lebih targetted dan biayanya jauh lebih rendah.

–     Kombinasi dari media iklan tersebut diatas dapat dilakukan dan haruslah bertalian dengan image yang ingin dibangun oleh peritel.targetted dan biayanya jauh lebih rendah..

Bagaimana mengukur keberhasilannya?

•      Umumnya promosi dinilai berhasil jika penjualan selama periode promosi meningkat, tetapi seringkali dilupakan apakah peningkatan penjulan tersebut mampu menutupi biaya-biaya tambahan yang timbul akibat promosi yang dilakukan.

•      Secara umum efektifitas promosi dapat diukur melalui;

–     Perubahan % tase kontribusi penjualan (Sales mix)

–     Perubahan rasio quantity item terjual

–     Perubahan Gross profit baik secara rupiah maupun % tase

–     Jika ada perubahan positif atas ketiga parameter tersebut maka promosi tersebut sukses dilakukan.

Posted in Artikel | Leave a comment

Cara Jitu Mendirikan dan Mengembangkan Minimarket

RETAIL MANAGEMENT SEMINAR

“ Cara Jitu mengembangbiakan bisnis ritel dan memiliki omzet hingga jutaan perhari”

Memutuskan untuk memulai bisnis retail merupakan kondisi yang sangat tepat saat ini. Dimana pada masa sekarang banyak masyarakat baik golongan menengah maupun bawah yang mengadopsi gaya hidup modern dan mengutamakan kenyamanan dan kemudahaan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pada kenyataannya banyak sekali dijumpai pemilik rumah di pinggir jalan yang menyulap rumahnya untuk menjadi tempat berbisnis seperti kios, toko, minimarket,dll namun belum dikelola secara baik dan benar sehingga tidak jarang usaha tersebut tidak dapat bertahan lama. Tentu saja karena mereka belum memiliki ilmu yang benar bagaimana mengelola dan mengembangkan bisnis retail tersebut. Workshop ini didesain agar para calon pengusaha dapat memulai bisnis sambil mengembangkan usaha menjadi lebih maju.

Dalam workshop ini akan dipelajari :

  1. Cara memilih lokasi terbaik untuk bisnis anda dengan survey ala peritel internasional
  2. Cara mendesain agar toko lebih hidup, berbeda dengan pesaing dan membuat layout yang menarik agar memudahkan konsumen dalam mencari produk dan merangsang penjualan produk-produk lainnya sehingga omzet meningkat
  3. Cara cerdas launching usaha dengan Grand Opening yang menarik dan tak terlupakan
  4. Merancang sistem ritel modern termasuk sistem management retail
  5. Membuat Standard Operating Procedure yang efektif
  6. Pemakaian software retail yang terintegrasi

Nah, apabila anda sudah berpikir untuk segera meningkatkan omzet anda segera dan bagi anda pemula yang ingin segera memulai bisnis anda. Anda wajib hadir dalam Seminar ini.

Fasilitator :

Iswarin Retailman

Seorang Konsultan Toko Retail Modern  yang sudah berpengalaman selama 20 tahun dan membantu berbagai jenis usaha

Ingin bergabung silahkan WA ke 081327649999

Posted in Workshop | Leave a comment

MASA DEPAN PERITEL INDEPENDEN 2

Lanjutan MASA DEPAN PERITEL INDEPENDEN

Bisnis eceran/perdagangan eceran atau sering kita sebut dengan Bisnis Ritel, sudah ada sejak jaman nabi dahulu , seiring berkembangnya jaman dan kemajuan tehnologi, bisnis perdagangan eceran ini semakin diminati oleh masyarakat.

Sebenarnya  memulai bisnis perdagangan eceran (Minimarket) tidaklah sulit, asalkan ada niat, keberanian dan modal, maka impian untuk membuka minimarket sendiri bisa  diwujudkan. Tak dapat di pungkiri lagi kalau dari hari ke hari, bisnis minimarket terus berkembang, dari kota besar hingga ke pelosok pedesaan, minimarket dapat mudah ditemukan, tak heran jika semakin banyak orang yang ingin Bisnis yang tahan resesi ini.

Sebenarnya bisnis ritel yang dikelola sendiri (independen) lebih tahan banting ketimbang bisnis ritel yang sudah merupakan rantai store (chain store), kalau kita amati setelah masuknya peritel Raksasa seperti carefour, yang pada tumbang justru supermarket, seperti TOP, Mega Retai, Gelael, bahkan beberapa Hero juga tutup. Artinya dengan masuknya peritel Raksasa itu adalah ancaman buat Supermarket, bukan buat Mini market atau toko yang dikelola sendiri.  Di  Batam telah banyak berdiri retail independent yang berbentuk mini market, seiring masuknya Hypermart ke Batam yakni di Mega Mall dan Nagoya Hill, dari situlah justru menurut pengamatan saya, bisnis mini market makin marak, contoh yang paling gampang adalah daerah Eden park, pada th 2007 itu mini market cuma ada 2, satu di Golden lane dan satu nya lagi di centre park, kemudian di tahun 2008  bertambah menjadi 6 mini market, padahal jumlah Rukonya kalau tidak salah cuma 50 unit, bayangkan hanya dalam waktu 1 tahun sudah nambah 5 toko. Kita menuju ke  Mega Legenda, Legenda Malaka dan Legenda Bali, ini sebenarnya beda komplek tapi satu arah jalan dan berdampingan, sama dengan daerah eden pak yaitu pada tahun 2007 jumlah mini market ada 4, dan itu hanya ada di Legenda Malaka saja, dan sampai akhir th 2008 jumlah nya mencapai lebih 10 mini market dan tidak hanya ada di legenda malaka saja tapi, sudah merambah di legenda Bali, Hang lekir dan Mega Legenda, LUAR BIASA, dan pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di Batam Kota saja bahkan di daerah seperti Tanjung Piayau mini market banyak kita temukan di setiap gang.. Jadi kesimpulannya adalah bisnis Ritel saat ini sedang berkembang pesat terutama mini market.
Nah problemnya para pemilik mini market ini cara mengelola tokonya masih konvensional, mereka belum mengadopsi system retail modern yang sudah di kembangkan oleh para pemain ritel besar. Terus  agar  peritel Independen dapat tersenyum kembali adalah mereka  harus segera Men SYSTEM kan bisnis mini marketnya dengan SYSTEM RETAIL MODERN, sehingga bisnis mini marketnya bisa berkembang dan dapat bersaing dengan peritel berskala nasional.

Beberapa  Eelemen yang kurang di pahami oleh para peritel independen adalah mengenai pemilihan Lokasi, Men_Design Toko, membuat Standard Operating Procedure, IT (pemakaian Software), Marketing dan Promosi.

5 elememen  penting ini lah yang sering menjadi dampak pada merosotnya bisnis minimarket mereka yang berujung pada penutupan bisnis tersebut.

Menyikapi hal tersebut diatas maka sudah menjadi kebutuhan yang mutlak bahwa peritel independen untuk segera mendapatkan  pelatihan, dan pelatihan yang  dalam waktu dekat ini akan diadakan adalah Workshop Retail Management.

Apa itu  Workshop Retail Management?

Workshop Retail Management adalah sebuah pelatihan independent yang diselenggarakan oleh EO yang berpengalaman di seminar dan Workshop dengan mengandeng pembicara yang sudah berpengalaman di bidang Retail.

Workshop ini akan membantu anda untuk memulai bisnis Retail modern, dengan mengajarkan dan menjelaskan secara detail mengenai 5 elemen penting dalam bisnis retail  modern, Bagaimana memilih lokasi yang tepat, bagaimana mendesign  toko, juga dilengkapi dengan contoh – contoh design toko, dari pembuatan lay out sampai pembuatan anggaran, bagaimana cara mempromosikan usaha retail anda, bagaimana meningkatkan penjualan, juga dilengkapi contoh SOP yang sudah biasa di gunakan retailer modern di Indonesia, kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana anda memiliki Software POS rritel yang sudah terintegrasi, yang dapat mempermudah pekerjaan kita, serta dapat memberikan report2 yang di perlukaan, sepert membuat PO otomatis, laporan rugi laba dan  juga jaringan  yang memungkinkan  toko anda terhubung langsung dengan cabang lainya.

Untuk yang berminat mengikuti  atau mengadakan Worksop dapat menghubungi :

WA 0813 2764 9999 – 081277159999

Posted in Berita | Leave a comment

MASA DEPAN BAGI PERITEL INDEPENDEN

MASA DEPAN BAGI PERITEL INDEPENDEN

Semakin sulit bagi peritel independen untuk tetap tersenyum, betapa seringnya kita mendengar setiap akhir pekan orang pergi ke Mall untuk pergi berbelanja. Tidak aneh bila senyum itu lenyap. Tetapi kita juga harus melihat kenyataan bahwa kebiasan berbelanja telah berubah dalam kurun 20 tahun terakhir. Toko independen yang beberapa tahun lalu dapat menghidupi beberapa keluarga, kini hampir tidak cukup hanya untuk satu keluarga saja.

Kita tidak dapat menjangkau alasan mengapa perubahan seperti ini terjadi dalam kebiasaan sosial kita. Terus bagaimana dengan masa depan peritel independen?

Apakah kita akan mencapai pada tahan dimana pasar hanya akan dikuasai oleh pemain-pemain retail bersekala besar seperti Carrefour, Hypermarket, Giant, Alfa Mart, Indomaret, Seven Eleven atau Circle K. Apakah peritel independen akan hilang sama sekali?

Saat ini ada puluhan ribu toko independen yang tersebar di daerah perkotaan, pinggiran kota dan beberapa di daerah pedesaan, dan mereka sebelumnya telah menguasai seluruh pasar makanan dan kebutuhan harian masyarakat, atau dapat di katakana mereka menguasai pasar untuk waktu yang cukup lama.

Seiring berjalannya waktu dengan munculnya peritel asing dan peritel dalam negri bersekala nasional dengan modal yang kuat, tenaga kerja terlatih dan profesional didukung dengan tehnologi yang mutakhir. Adalah merupakan ancaman bagi peritel independen. Dan tidak dapat dipungkiri kenyataan ini pada setiap ada pembukaan outlet mereka dapat di ramalkan akan ada peritel independen yang tutup dan beberapa mengalami kerugian.

Hal yang kurang disadari oleh peritel independen adalah bahwa telah terjadi perubahan pada masyarakat dan peritel independen harus sudah modernisasi tokonya.

Masalah lain yang berkaitan dengan ini adalah tidak tersedianya pelatihan bagi pemilik toko independen yang memungkinkan mereka meningkatkan standar menjadi professional. Kurangnya pelatihan dapat kita lihat dalam beberapa hal, pertama peritel independen tidak dapat mengendalikan dan mengatur usaha mereka dengan berhasil, bahkan tidak tahu bagaimana menentukan margin yang benar untuk produk yang mereka jual, kedua mereka tidak mempunyai pengetahuan bagai mana mengatur lay out atau tata letak tokonya agar menarik pelanggan, bagaimana memajang produk dengan baik sesuai dengan kategori barang,  tidak ada ketrampilan marketing/pemasaran dan promosi.

Kini saatnya peritel independen bangkit dan berubah. Peluang peritel independen masih terbuka lebar asalkan para pemilik toko independen mau berubah dan mengembangkan diri agar dapat bersaing dengan peritel raksasa.

RETAILMAN, KONSULTAN RITEL, KONSULTAN MINIMARKET, MANAJEMEN RITEL CONSULTANT, PELATIHAN MANAJEMEN RITEL, siap membantu peritel independen setara dengan peritel asing maupun peritel Nasional. Silahkan hubungiRetailman telp Atau WA 0813 7264 999 – 081277159999 atau email tanyaiswarin@gmail.com

 

Posted in Berita | Leave a comment

Pemasaran Retail

 

MENDIRIKAN MINIMARKET ATAU TOKO RITEL MODERN

MARKETING & PROMOTION

Anda masih ingat tulisan saya mengenai bagaimana mendirikan bisnis ritel?, di tulisan sebelumnya sudah saya jelaskan bagaimana cara memilih lokasi yang cocok dan mendesain toko, pada kesempatan ini saya akan  mengupas elemen penting yang ke tiga yaitu mengenai Marketing & Promotion (Marketing dan Promosi).

Apa saja yang akan di bahas mengenai marketing dan promosi? pertama yang akan dibahas adalah bagaimana anda meilih produk, kedua menetukan harga jual, ketiga mem-presentasikan atau memajang barang yang di jual, dan yang ke empat adalah Melakukan promosi, saya biasa menyebutnya dengan istilah 4 P.

1.    Product

2.    Price

3.    Presentation

4.    Promotion

1.   PRODUCT

Sebelum Anda menentukan produk apa yang harus anda jual di toko anda sebaiknya saya jelaskan dulu mengenai :

Category Hierarchy, Definisi kategori hirarki adalah  kumpulan produk yang dikelompokan kedalam masing-masing kategori yang mana setiap kategori produk merupakan unit bisnis, tujuannya agar semua bisnis unit dapat dimanajemeni dengan baik sehingga  memenuhi “Key performance indicator” untuk masing-masing kategori sehingga dapat memenuhi target perusahaan secara keseluruhan. Dan Category hierarchy terbagi atas :

a.    Kode departemen

b.    Nama departemen

c.    Kategori

d.    Sub – kategori

e.    Kode PLU, Barcode, Nama barang

Apa Category Definition?

Definisi kategori adalah menggambarkan area/scope dari kebutuhan kategori yang dijabarkan. Definisi kategori harus dapat memenuhi kebutuhan konsumen juga tujuan perusahaan

Hal yang diperhatikan dalam menentukan definisi terhadap masing-masing kategori :

•      Menentukan “Shopper need states” dari masing-masing kategori

•      Hubungan antara kategori dengan kategori lainnya

•      Hubungan antara kategori dengan sub-kategori

•      Menentukan “decision tree” dari masing-masing kategori

Pentingnya peran kategori

1.    Apakah kategori produk sudah memberikan kesan komplit?

2.    Apakah kategori produk sudah sesuai target market?

Beberapa peran kategori dan dampak terhadap konsumen yang berebelanja ke toko

 

1.    Tobacco Category produk yang berdampak terhadap konsumen untuk berbelanja ke dalam toko

2.    Wine & Spirit Category produk yang menciptakan target market tertentu (Limited market) untuk berbelanja

3.    Beer & Mix drink Category produk yang berdampak terhadap konsumen untuk berbelanja ke dalam toko

4.    Packaged Beverage Category produk yang berdampak terhadap konsumen untuk berbelanja ke dalam toko

5.    Milk Category produk yang dibeli secara rutin dalam frekuensi tertentu di hampir semua retailer

6.    Health & Beauty Category produk yang dibeli secara rutin dalam frekuensi tertentu di hampir semua retailer

7.    General Merchandise Category produk yang menciptakan target market tertentu (Limited market) untuk berbelanja

8.    Publication Category produk yang dibeli secara rutin dalam frekuensi tertentu di hampir semua retailer

9.    Services Category produk yang menciptakan target market tertentu (Limited market) untuk berbelanja

10. Food Services Category produk yang dibeli secara rutin dalam frekuensi tertentu di hampir semua retailer

 

Jadi Prinsip pemilihan produk yang paling mendasar adalah :

 

1.    Produk yang dipilih sesuai dengan kebutuhan konsumen;

–     Menetapkan philosophy kategori berdasarkan category definition

–     Menentukan kategori dan sub-kategori bahkan sub-sub kategori yang ada kaitannya dengan definisi kategorinya

–     Menentukan produk/item berdasarkan manufacture

2.    Memperhatikan peningkatan inventory berbanding sales

3.    Mengetahui besarnya space yang dialokasikan untuk setiap kategori

4.    Pemilihan supplier/distributor yang tepat termasuk service level, TOP dan kondisi trade lainnya yang diberikan.

2. PRICE

MENETAPKAN HARGA JUAL

Filosopi menetapkan harga jual “Mereka berbelanja karena keadaan mendesak.  Mereka menyukai lokasi yang dekat, jam buka yang panjang, Pelayanan yang ramah dan harga yang murah”.

Bagaimana  Proses perhitungan harga jual ?

Perhitungan dalam menentukan harga jual dapat dilakukan berbagai cara:

1.    Menghitung semua komponen biaya + target profit

Harga Jual = COGS/unit + operating cost/unit + profit/unit =100%

Tips untuk meghitung operating cost :

Jumlahkan semua biaya operasional = a

Estimasikan total jumlah penjualan = b

Operating cost = a/b persamaan ini akan menghasilkan biaya operasi sebagai… % dari harga jual.  Masukkan nilai ini ke dalam persamaan di atas.

Unsur biaya operasi sebagai pertimbangan dalam menentukan harga jual suatu produk :

  • Unsur-unsur berikut ini dapat dimasukkan pada saat menghitung harga jual:

–     Biaya-biaya pembungkus dan biaya pelayanan

–     Biaya pembelian dan penerimaan

–     Biaya pemrosesan kartu kredit

–     Biaya iklan

–     Biaya asuransi

–     Dan lain-lain

  • Yang perlu anda ingat strategi harga murah hanya BERHASIL jika retailer benar-benar dapat membuat PROFIT!!!

2.    Mengikuti Saran harga dari pabrik

ü  Pada saat ini kebanyakan konsumen menginginkan harga reguler di bawah dari harga yang disarankan oleh pabrikan, dengan demikian banyak peritel tidak lagi menggunakan saran harga dari pabrik dalam menetapkan harga jual reguler mereka.

ü  Saran harga jual pabrikan tetap sangat berguna bagi peritel, dan ini mereka gunakan untuk menghitung besarnya markup.

ü  Pada umumnya apabila pabrikan menawarkan saran harga jual, peritel langsung dapat menghitung markup dari nilai pokok.  Apabila ternyata aktual harga jual konsumen lebih rendah dari saran pabrikan, peritel dapat menawar kepada pabrikan sebesar markup tersebut, dengan demikian  peritel mungkin ada dalam posisi tawar yang lebih tinggi dari pabrikan.

3.    Harga yang “fair”

kata “fair” selalu menunjukkan total value yang ditawarkan peritel.  Arti kata “fair” dipandang dari perspektif yang berbeda:

–     consumer perspective: harga yang murah haruslah cukup rendah sebagai pengganti dari terbatasnya pilihan dan layanan; untuk up-scale store, tingkat pelayanan dan pilihan merk haruslah sepadan dengan harga yang mahal

–     retailer perspective: “fair” berarti harga-harga harus mencerminkan struktur biaya operasi perusahaan yang memungkinkannya untuk mencapai profit yang cukup memuaskan.

à Agar berhasil, kedua hal tersebut harus menjadi pertimbangan

Price +Pilihan barang +   Customer Service +  Store Atmosphere = COGS +            Operation Cost + Expected Profi

Customer’s value                                            Retailer’s value

4. Melihat harga pesaing

ü  Jika peritel menetapkan harga tanpa melihat harga-harga pesaing, maka pandangan peritel tersebut sangat sempit.  Peritel seperti ini cenderung kehilangan pelanggan.

Penetapan harga haruslah mengacu pada dua hal berikut:

•      Absolute prices adalah harga aktual yang ditetapkan oleh peritel, mengacu pada biaya-biaya dan profit yang diharapkan.

•      Relative prices menunjukkan harga peritel dibandingkan pesaing ; selisih antara absolute and relative prices haruslah didasarkan pada value.

•      Reaksi peritel terhadap harga pesaing tergantung kepada Value yang ditawarkan; VALUE HARUS SAMA ATAU LEBIH TINGGI DARI PESAING.

 

 

 

 

3. Presentation

 

Presentation (tampilan pajangan) barang, yang anda pahami  ketika memajang barang (merchandising) adalah paduan pekerjaan seni dan ilmu pasti

ü  Memakai aspek seni karena memajang barang memperhitungkan aspek estetika yang dilihat dari ukuran barang, type packaging warna, dsb.

ü  Sedangkan dari sisi ilmu pasti adalah bagaimana kita bisa menempatkan produk dengan benar (jumlah, pilihan itemnya, dsb), sehingga bisa di dapat sales dan profit  yang optimal.

Apa saja yang harus dilakukan ketika memajang barang

ü  Barang yang dipajang harus dalam keadaan bersih.

ü  Menggunakan sitem FIFO atau First in First out, menggeser produk yang lama kedepan, kemudian menambahkan barang yang baru di bagian belakang.

 

 

Prinsip pemajangan produk

Perihal yang harus di pertimbangkan dalam prinsip pemajangan :

•         Kemasan besar umumnya diletakan pada shelves bawah, kemasan kecil diletakan pada shelves bagian atas

•         Pemajangan berdasarkan harga termahal ke harga yang ekonomi, diatur dari kiri ke kanan

Teknik pajangan/display yang baik

Beberapa teknik memajang produk agar penampilan secara keseluruhan dari tempat pajangan terlihat baik :

–     Vertikal Display

–     Horisontal Display

–     Blocking display

–     Mix display

Aturan dalam pemajangan :

–     Facing up

–     Lining up

–     Pajangan berdiri tegak

–     Pajangan tanpa celah dan ruang kosong

–     Merk produk terbaca jelas

–     Peletakan pajangan sesuai dengan merk yang tertulis

BERSAMBUNG…….

 

Posted in Artikel | Leave a comment

Store Design

MENDESAIN TOKO

Pada saat anda memutuskan untuk mendirikan bisnis ritel ada 5 (lima) elememen penting yang harus di pahami, 5 elemen tersebut adalah :
1. Location, Bagaimana Anda memilijh lokasi yang cocok untuk bisnis Anda.
2. Store Design, Bagaimana Anda men design store agar lebih hidup.
3. Marketing/Promotion, Bagaimana memilih product, menetapkan harga dan membuat promosi yang tidak ada habisnya.
4. SOP (Standard Operating Procedure), Bagaimana Anda membuat SOP sederhana akan tetapi efektif di jalankan.
5. IT (Information Technology), Bagaimana Anda memilih Software terbaik yang cocok untuk bisnis Anda.

Dalam tulisan edisi sebelumnya saya sudah membahas mengenai bagaimana Anda memilih lokasi yang cocok untuk bisnis Anda, Dan kali ini saya akan membahas mengenai Store Design (Desain Toko).
Store Design merupakan strategi penting untuk menciptakan suasana berbelanja yang berbeda, sehingga pelanggan mendapatkan sebuah pengalaman berbelanja yang baru, serta membuat pelanggang merasa betah berada di dalam toko, Masih banyak peritel yang beranggapan bahwa desain toko tidak penting, yang penting kata mereka adalah harga yang murah, saya pernah tanyakan di beberapa kali acara workshop saya kepada para peserta “Anda lebih senang berbelanja di toko yang pentaannya rapi desain tokonya bagus dan harga nya murah atau toko yang acak-acakan tokonya tidak menarik tapi harganya murah”
Jawaban dari semua peserta adalah lebih senang belanja di tempat yang rap,i bersih, tokonya bagus dan harganya murah.
Store Design dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan keinginan pelanggang, yang sudah barang tentu bertujuan untuk kepuasan pelanggan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat membuat desain toko :
• Berbeda – Unik
• Menggunakan tema
• Ada Hiasan gambar atau symbol
• Pajangan yang Menarik
• Warna Gedung/Toko Menarik

Untuk dapat mewujutkan hal-hal tersebut diatas, ada 5 (lima) langkah yang dapat dilakukan agar desain toko Anda menarik :

1. Store Front
2. Lay Out
3. Image
4. Trend.
5. Budget.

1. Store Front.
Desain eksternal yang menunjukan ciri khas dari toko anda, baik berupa bentuk atau gaya, struktur maupun warna gedung. Toko kecil seperti minimarket yang saat ini kita jumpai hampir semua sama, sehingga kita sulit membedakan satu sama lain, yang membedakan hanya nama tokonya saja. Bagaimana agar toko anda berbeda? Pertama adalah warna gedung, pilihlah warna yang menyolok dan berbeda dengan competitor di sekitar toko Anda, Kedua Anda bisa buat bentuk tampak bangunan bagian depan yang berbeda, Anda bisa tonjolkan sesuatu yang menurut Anda unik, ketiga Anda bisa pasang papan merk toko (neon Box) anda yang berbeda dengan kebanyakan yang sekarang ada.

2. Lay Out.
Lay Out (Denah) toko yaitu menentukan penempatan meja kasir, rak-rak besi, chiller, frezer, produk dan jalur lalu lintas orang di dalam area toko. Tujuan nya adalah agar memberikan kemudahan kepada konsumen untuk memilih dan memutuskan untuk membeli (Easy Selection & Easy Decision), Memudahkan konsumen masuk dan keluar toko (Easy to get in & Easy to get out), dan kemudahan membayar di kasir (Easy to pay)
Penempatan Meja kasir untuk minimarket sebaiknya di letakan di bagian sisi sebelah kanan dimana konsumen masuk, tempatkan produk-produk yang dicari konsumen di bagian belakang dan produk impulse (produk yang tidak direncanakan pembeliannya oleh konsumen) di bagian depan kasir atau di tempat yang mudah terlihat oleh konsumen.

3. Image.
Image (Gambar atau hiasan toko), untuk menciptakan Store Atmosphere (suasana toko) yang unik, berbeda dan nyaman. Store Atmosfer dapat diperoleh dari : tema desain toko, papan nama, bentuk ruangan, warna cat di dalam toko dan hiasan/tulisan yang ada di dalam toko.
Hal ini dibuat bertujuan untuk memikat dan membuat konsumen nyaman selama berada ditoko. Atmosfer toko ini berperan penting pada saat konsumen memilih barang-barang belanjaan mereka. Anda dapat memasang papan nama seperti Pole Sign di sisi jalan depan toko dan Neon Box menempel di bangunan bagian depan (store front) yang tentunya sudah di sesuaikan dengan tema desain tokonya. Dibagian dalam toko (Store Interior) anda bisa tempatakn beberapa Atribut hiasan seperti Header di atas rak-rak dan gambar-gambar yang menarik di dinding yang kosong, sehingga secara keseluruhan toko Anda nampak menarik karena tidak terlihat dinding kosong (Plain).
Contoh : Pole Sign dan Neon Box

4. Trend
Trend yang saya maksudkan disini adalah perkenmbangan toko ritel yang ada di Indonesia, jadi sebelum anda memutuskan untuk mendesain toko anda sebaiknya anda amati desain toko yang sedang trend saat ini di Indonesia. Ada beberapa toko modern yang saat ini sedang trend diantara seperti Alfa mart, Indomaret, Circle K, Seven Eleven, Star mart, Yomart. Coba anda mereka punya ciri khas sendiri, baik dari tampilan toko maupun warna yang di tonjolkan.

5. Budget
Budget (Anggaran Biaya) tentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan anda, banyak orang beranggapan bahwa dengan desain yang wah itu memerlukan anggaran yang besar itu menurut saya tidak benar, karena anda dapat mensiasatinya dengan bahan yang murah yang penting desain anda tetap unik dan berbeda dengan competitor. Dan perlu saya ingatkan kembali adalah siapa target market Anda, karena jangan sampai anda membuat desain yang terlalu mewah tapi dilokasi yang penduduknya tidak sesuai dengan target market Anda.

Posted in Artikel | Tagged , , | Leave a comment

Mendirikan Bisnis Toko Ritel Modern

MENDIRIKAN BISNIS TOKO RITEL MODERN
Memutuskan untuk memulai bisnis ritel menjadi pilihan yang sangat tepat dalam kondisi saat sekarang. Dewasa ini banyak masyarakat yang mengadopsi gaya hidup yang modern dan mengutamakan kenyamanan dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan harianya. Semakin dekatnya toko ritel dengan kawasan pemukiman penduduk serta dengan iming-iming harga murah, pilihan barang yang bervariasi, hal ini jelas memberikan solusi bagi masyarakat yang kian sibuk, suami istri bekerja, yang tidak ada waktu lagi untuk berbelanja di pasar tradisional yang jauh dari rumah, becek serta jam buka yang pendek. Sementara itu kebutuhan akan 9 bahan pokok, perawatan tubuh, perlengkapan rumah tangga, perlengkapan bayi sampai makanan ringan kian hari makin meningkat.
Dimasa mendatang jumlah konsumen dalam katagori usia 11 sampai 50 tahun adalah konsumen potensial, terus tumbuh dan bertambah, Dengan demikian keuntungan berlipat dan bisnis yang terus tumbuh bukan hanya impian semata namun sudah menjadi kenyataan. Selain faktor keuntungan fakta membuktikan bahwa bisnis retail tumbuh dengan pesat sepanjang jaman, itu terbukti pada saat semua sector bisnis terpuruk karena krisis ekonomi th 1998, bisnis ritail tidak berdapak bahkan semakin berkembang.
Disamping itu, bisnis ini merupakan mata pencaharian yang paling banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari, umur bisnis ritel atau berdagang juga paling panjang di banding sektor lain, Orang berdagang sudah ada sejak jaman dahulu sebelum modernisasi membuka peluang kesempatan kerja. Berdagang sudah menjadi mata pencaharian umum sebelum pabrik2 mulai dibuka dan merekrut ribuan tenaga kerja.
Sejak zaman nenek moyang kita, penjual beras, sayur dan buah2an sudah meramaikan pasar tradisional kita semua orang bisa dengan mudah menjalankan bisnis ini. Seiring dengan pekembangan jaman, saat ini bisnis retail sudah mulai dikelola dengan system yang modern dan canggih, dari yang menjanjikan harga murah hingga yang memberikan atmosfir yang berbeda di tokonya. Tak heran persaingan bisnis ritel semakin hari semain memanas. Toko kelontong memang masih bertebaran di sudut perkampungan tetapi konsep bisnis retail modern lebih menjanjikan.
Namun masih banyak orang yang belum paham betul untuk mengelola bisnis ritel mereka secara modern, Saya akan mambantu anda mengupas habis tentang tata cara bagaimana mengelola bisnis ritel secara modern, sehingga pembaca akan mudah mengaplikasikannya di dalam bisnis ritelnya.
Ada 5 (lima) elememen penting yang belum di pahami oleh orang yang akan membuka bisnis ritel atau minimarket, Menapa 5 elemen ini penting?, karena jika Anda tidak betul-betul memahaminya, ini akan berdampak pada merosotnya bisnis ritel Anda yang berujung pada penutupan bisnis tersebut, 5 elemen tersebut adalah :
1. Location, Bagaimana Anda memilijh lokasi yang cocok untuk bisnis Anda.
2. Design Store, Bagaimana Anda men design store agar lebih hidup.
3. Marketing/Promotion, Bagaimana memilih product, menetapkan harga dan membuat promosi yang tidak ada habisnya.
4. SOP (Standard Operating Procedure), Bagaimana Anda membuat SOP sederhana akan tetapi efektif di jalankan.
5. IT (Information Technology), Bagaimana Anda memilih Software terbaik yang cocok untuk bisnis Anda.

Kali ini saya akan membahas mengenai Lokasi.
Sering kali jika kita menanyakan kepada orang atau bahkan orang yang sudah berpengalaman di dalam bisnis mereka, “Dimana lokasi yang bagus untuk buka usaha ?”, Mereka selalu akan mengatakan ya di tempat yang strategis, nah masalahnya tempat strategis itu yang seperti apa?, kita sudah tahu jawabannya pasti mereka akan mengatakan tempat yang “Rame”.
Saya akan rubah kata strategis dan rame tersebut menjadi ”cocok”.
Karena menurut saya semua tempat strategis dan semua tempat rame, masalahnya yang strategis dan rame belum tentu cocok dengan bisnis Anda.
Pada saat Anda akan menentukan dimana lokasi yang cocok untuk bisnis anda, ada 2 (dua) tahap yang harus Anda lakukan :
1. Melakukan Pemetaan.
Tujuannya adalah :
A. Mengetahui tempat dimana banyak aktifitas orang
B. Mengetahui dimana Area perdagangan.
Untuk mengetahui A & B Anda bisa siapkan peta dan tandailah di peta tersebut dengan warna yang berbeda, setalah Anda tahu dimana aktifitas banyak orang dan Area perdagangan. baru kemudian anda menentukan dimana lokasi yang akan anda pilih untuk membuka bisnis Anda, berikutnya adalah melihat siapa competitor yang paling dekat dengan lokasi calon tempat usaha Anda, tentukan apakah bisnis Anda value sama atau di atas competitor, jika Anda ingin diatasnya Anda harus dapat membuat beberapa kelebihannya, misalkan Design toko lebih bagus, kalau competitor tokonya tidak pakai AC toko Anda harus di pasang AC dsb, berapa banyak competior disana? Kalau sudah lebih ada 4 pemain disana sebaiknya anda lupakan lokasi tersebut. Karena sebagus apapun toko anda market share nya akan terbagi.
Setelah Anda yakin bahwa lokasi tersebut sudah sesuai, baru Anda melakukan tahap kedua yaitu melakukan survey kualitas lokasi tersebut dan buat catatan untuk membuat kesimpulan sebelum Anda memutuskan untuk mengambil lokasi tersebut.

2. Survey Kualitas Lokasi
Tahap yang kedua ini Anda harus benar-benar turun ke lokasi dan melihat langsung lokasi yang sudah Anda pilih, beberapa hal yang paling penting dalam pemilihan lokasi :
1. Pastikan dilokasi tersebut banyak perusahaan atau Perdagangan, dimana orang melakukan aktifitas lebih 12 jam perhari.
2. Profil konsumen dilokasi tersebut sama dengan profil konsumen yang akan Anda bidik, karena seramai apapun lokasi tersebut jika konsumennya adalah bukan target market Anda, berarti lokasi tersebut tidak cocok untuk bisnis Anda.
3. Jalan masuk ke Lokasi tersebut harus cukup lebar sehingga orang yang mengendarai mobil akan dapat leluasa keluar masuk, artinya tidak ada sesuatu apapun yang menghalangi keluar masuk seperti tiang listrik pohon atau apapun.
4. Lokasi sungguh-sungguh terlihat dari jarak 100 m dari arah sebelah kanan dan sebelah kiri
5. Sebaiknya lokasi berada di jalan utama, yang dimaksudkan jalan utama disini adalah jalan yang biasanya dipakai orang untuk pergi atau keluar dari area satu ke area lain, bentuk jalannya mendatar tidak berada pas Tanjakan atau turunan, dan kecepatan kendaraan antara 40 – 60 km/jam.
Selamat memilih lokasi untuk bisnis ritel Anda, kesempatan berikutnya saya akan membahas mengenai Design Store.

Posted in Artikel | Tagged , , | Leave a comment

CARA CERDAS MEMBANGUN TOKO MODERN

Seminar Cara Cerdas Membangun Toko Modern

Cara cerdas Membnagun Toko  Retail Modern dengan Omset Jutaan Rupiah Per Hari

Dalam semimnar  ini akan dipelajari :

1. Cara memilih lokasi terbaik untuk bisnis anda dengan survey ala peritel internasional
2. Cara mendesain agar toko lebih hidup, berbeda dengan pesaing dan membuat layout yang menarik agar memudahkan konsumen dalam mencari produk dan merangsang penjualan produk-produk lainnya sehingga omzet meningkat
3. Cara cerdas launching usaha dengan Grand Opening yang menarik dan tak terlupakan
4. Merancang sistem ritel modern termasuk sistem management retail
5. Membuat Standard Operating Procedure yang efektif
6. Pemakaian software retail yang terintegrasi

Nah, apabila anda sudah berpikir untuk segera meningkatkan omzet anda segera dan juga bagi pemula yang ingin segera melesat bisnisnya, Anda wajib hadir dalam Seminar  ini !

Fasilitator :

Iswarin Retailman

Profil Fasilitator Iswarin Retailman

Iswarin adalah Seorang the Best Consultant Retail Nasional yang sudah berpengalaman selama 20 tahun dan membantu berbagai jenis usaha.

Note : ini pertama kali bikin WEB tgl 10 Maret 2011

Posted in Workshop | Tagged , , | Leave a comment