Cintai Pelanggan & Hormati Pesaing

Agar sustainable di masa depan, sekarang ini, bisnis harus mengindahkan nilai-nilai dan human spirit khususnya menyangkut people dan planet. inilah pesan tegas dari konsep marketing 3.0 marketing berbasis nilai dan human spirit.

Relasi marketing dan nilai-nilai mempunyai tiga tahapan, Tahapan pertama, ketika marketing dan nilai-nilai terpolarisasi. Disini, ada paham yang mengatakan marketing dan nilai-nilai terpisah, di mana kalau ada penerapan nilai-nilai berarti menambah biaya . Kedua, tahap seimbang diaman marketing dijalankan secara biasa seperti menyumbangkan sebagian laba untuk aktifitas sosial. Ketiga, ada integrasi nilai nilai dalam marketing, Nilai yang menjadi kepribadian dan tujuan dari perusahaan tersebut.

Satu kredo dalam Marketing 3.0 adalah dengan mencintai pelanggan dan menghormati pesaing di dalam bisnis. mencintai pelanggan berarti meraih loyalitas mereka dengan cara memeberikan nilai yang tinggi dan menyentuh jiwa mereka . Donald Calne mengatakan bahwa perbedaan mendasar antara perasaan dan jiwa mereka. Donald Calme mengatakan bahwa perbedaan mendasar antara perasaan akan menghasilkan tindakan, sedangkan akal akan menghasilkan kesimpulan. Keputusan konsumen untuk membeli atau menjadi pelanggan setia kepada suatu merk sangat di pengaruhi oleh perasaan.

Cambell Soup Company, misalnya, mengubah warna masakannya menjadi warna merah muda selama Breast Cancer Awareness Month dan berhasil meningkatkan permintaan produk mereka secara signifikan. Karena kebanyakan konsumen sup adalah perempuan dan kanker payudara adalah isu yang sangat dekat dengan mereka, penjualan kepada perempuan meningkat. Ini menunjukan penekanan pada perasaan di banding pada akal cukup berhasil.

Lebih dari itu , kita wajib menghormati pesaing, Pesaing berperan penting dalam perluasan pasar karena tanpa adanya pesaing sebuah industri akan tumbuh lebih lambat. Jika kita mengawasi pesaing, kita dapat mempelajari kekuatan dan kelemahan perusahaan kita.

Strategi meningkatkan pertumbuhan pasar dengan membiarkan terjadinya kompetisi dapat dilakukan melalui transfer tehnologi secara vertikal maupun horisontal, Unilever di Vietnam menjadi contoh . Unilever memberikan pelatihan praktik terbaik untuk pemasok lokal di Vietnam, Di Pelatihan itu, para pemasok mempelajari standar kualitas tersebut.. Tidak hanay itu, Unilever juga memberikan dukungan keuangan kepada para pemasoknya. Dengan cara ini , Unilever dapat mempertahankan biaya yang rendah dari pemasok lokal sekaligus mempertahankan kualitas mereka.

Satu hal yang harus di pertimbangkan disini adalahkemungkinan bahwa pemasok tersebut juga melayani pesaing Unilever. Dan, yang menarik, Unilever membiarkanya, karena hal itu membantu perkembangan pasar secara keseluruhan.

Kedua hukum tersebut, yakni mencintai pelanggan dan menghormati pesaing tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Menghormati pesaing menjadi satu indikasi bahwa pemilik mereka mempunyai pegangan pada nilai-nilai . Mereka yg tidak bisa menghormati pesaing berati susah dipercaya bisa benar-benar mencintai pelanggannya.

Sudahkan kita mencintai pelanggan dan menghormati pesaing kita?

Sumber M&I By Hermawan Kertajaya

 

Salam Sukses,

Iswarin Retailman
Trainer & Retail Consultant Independent
______________________________________________________
MENGEMBANG-BIAKAN BISNIS RETAIL ANDA

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *